السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Penguatan SDM dan Tata Kelola ASN Jadi Fokus Pembinaan di STAIN SAR Kepri, Hadirkan Kepala Biro SDM Setjen Kemenag RI

  • 08 Mei 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 166
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan melalui kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026) di Gedung Kuliah Terpadu Ruang Rapat Dosen STAIN SAR Kepri.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan, ketua dan sekretaris program studi, kepala pusat, kepala laboratorium, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan STAIN SAR Kepri. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. Zoztafia, S.Ag., M.Pd.I., serta Dewan Penyantun STAIN SAR Kepri, Datuk Dr. H. Hardi Selamat Hood, M.Si.

Pembinaan ASN menghadirkan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Muhammad Zain, M.Ag., sebagai narasumber utama dengan materi yang menitikberatkan pada penguatan manajemen talenta, pengembangan kualitas ASN, serta arah kebijakan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama.

Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Biro SDM Setjen Kemenag RI yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan dan pengembangan kampus STAIN SAR Kepri sejak awal berdiri.

Ia menegaskan bahwa STAIN SAR Kepri terus berupaya membangun identitas kelembagaan berbasis tiga pilar utama, yakni keislaman, keilmuan, dan kemelayuan sebagai distingsi akademik perguruan tinggi keagamaan Islam di wilayah perbatasan.

“Nilai kemelayuan menjadi basis penting dalam pengembangan budaya akademik dan pendidikan di kampus ini. Karena itu, STAIN SAR Kepri terus memperkuat laboratorium kemelayuan, laboratorium keagamaan, serta pengembangan program akademik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.


Dr. Faisal juga memaparkan perkembangan institusi yang saat ini telah memiliki 13 program studi, terdiri atas 11 program sarjana dan dua program pascasarjana. Selain itu, lima program studi telah meraih predikat akreditasi “Baik Sekali”, sementara perpustakaan kampus berhasil memperoleh akreditasi A tingkat nasional.

Ia turut menekankan pentingnya penguatan kualitas SDM dosen dan tenaga kependidikan, terutama dalam percepatan studi lanjut serta pengembangan kompetensi ASN di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah, sekitar 20 persen tenaga pendidik kita telah menyelesaikan pendidikan doktoral. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas akademik dan tata kelola kelembagaan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, Zoztafia, menyampaikan bahwa penguatan manajemen ASN menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan pendidikan dan keagamaan di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakter geografis kepulauan.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama Kepulauan Riau masih menjadi tantangan, terutama pada wilayah-wilayah perbatasan dan kepulauan terluar.

“Kondisi geografis Kepulauan Riau membutuhkan penguatan manajemen dan distribusi SDM yang tepat agar pelayanan pendidikan dan keagamaan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Dalam sesi pembinaan, Muhammad Zain menekankan pentingnya transformasi pola pikir ASN menuju budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas layanan publik.


Ia juga menyoroti pentingnya manajemen talenta sebagai strategi dalam membangun SDM unggul di lingkungan Kementerian Agama, termasuk melalui penguatan kompetensi, percepatan karier berbasis kinerja, dan pengembangan kapasitas akademik dosen.

Selain itu, Muhammad Zain mengapresiasi perkembangan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang dinilai memiliki potensi besar sebagai perguruan tinggi Islam unggulan di wilayah perbatasan Indonesia.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan karier ASN, tugas belajar dosen, percepatan kenaikan jabatan akademik, hingga strategi penguatan kelembagaan menuju transformasi institusi yang lebih maju.

Melalui kegiatan pembinaan ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau diharapkan semakin mampu membangun tata kelola ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing. (LF/Gby)