السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Transformasi Pendidikan Digital Jadi Sorotan, STAIN SAR Kepri Gelar Kuliah Umum Bersama Kepala Biro Kesra Kepri

  • 06 Mei 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 126
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali meneguhkan komitmennya dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Transformasi Pendidikan di Era Digital: Mewujudkan SDM Inovatif dan Berkarakter” yang dilaksanakan pada Rabu (6/5/2026) di kampus STAIN SAR Kepri.

Kegiatan akademik tersebut menghadirkan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Sudianto, sebagai narasumber utama. Kuliah umum diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi, serta dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri Dr. H. Muhammad Faisal, Wakil Ketua III H. Rahmad Budi Harto, Kasubbag Layanan Akademik, dosen, dan tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Biro Kesra Provinsi Kepulauan Riau sebagai mitra strategis kampus dalam penguatan pendidikan dan pengembangan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa STAIN SAR Kepri terus berupaya menghadirkan ruang-ruang akademik yang mampu membangun motivasi, wawasan, dan karakter generasi muda di tengah perkembangan era digital.

Menurutnya, mahasiswa STAIN SAR Kepri memiliki potensi besar tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga pada aspek sosial, seni, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut terlihat dari berbagai aktivitas kemahasiswaan yang aktif dan produktif, mulai dari kegiatan sosial, penguatan literasi, hingga program pemberdayaan masyarakat.

“Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi yang inovatif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial. Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa STAIN SAR Kepri terus berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa yang hingga saat ini telah menjangkau ratusan mahasiswa. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Wakil Ketua III STAIN SAR Kepri, H. Rahmad Budi Harto, S.E., M.M., menjelaskan bahwa mahasiswa STAIN SAR Kepri memiliki semangat organisasi dan prestasi yang terus berkembang. Saat ini, kampus memiliki puluhan organisasi mahasiswa yang aktif dalam bidang akademik, sosial, seni, maupun kewirausahaan.

Ia berharap kegiatan kuliah umum tersebut dapat menjadi sarana motivasi dan penguatan wawasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.

“Kami ingin mahasiswa memiliki daya saing, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan yang kuat, sehingga mampu menjadi generasi yang adaptif dan berkontribusi bagi daerah maupun bangsa,” ungkapnya.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Sudianto, S.E., M.Si., menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi disrupsi besar akibat perkembangan revolusi industri 4.0 dan era society 5.0. Menurutnya, pendidikan tidak lagi cukup berorientasi pada penguasaan materi konvensional, melainkan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang inovatif, adaptif, dan berkarakter.


“Era digital bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi perubahan cara berpikir. Pendidikan harus mampu mencetak generasi yang kreatif, memiliki literasi digital, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai moral dan spiritual,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya konsep Ulul Albab dalam pendidikan Islam, yakni integrasi antara kekuatan intelektual dan spiritual. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan integritas, etika, serta nilai-nilai keislaman.

Dalam paparannya, Dr. Sudianto turut menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam berbasis digital, mengingat posisi strategis wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga serta kuatnya akar budaya Melayu-Islam.

Melalui kuliah umum tersebut, STAIN SAR Kepri diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global di era transformasi digital. (LF/Gby)