السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali meneguhkan komitmennya dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Transformasi Pendidikan di Era Digital: Mewujudkan SDM Inovatif dan Berkarakter” yang dilaksanakan pada Rabu (6/5/2026) di kampus STAIN SAR Kepri.
Kegiatan
akademik tersebut menghadirkan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra)
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Sudianto, sebagai narasumber utama.
Kuliah umum diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi, serta
dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri Dr. H. Muhammad Faisal, Wakil Ketua III H.
Rahmad Budi Harto, Kasubbag Layanan Akademik, dosen, dan tenaga kependidikan.
Dalam
sambutannya, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan
apresiasi atas kehadiran Kepala Biro Kesra Provinsi Kepulauan Riau sebagai
mitra strategis kampus dalam penguatan pendidikan dan pengembangan mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa STAIN SAR Kepri terus berupaya menghadirkan ruang-ruang
akademik yang mampu membangun motivasi, wawasan, dan karakter generasi muda di
tengah perkembangan era digital.
Menurutnya,
mahasiswa STAIN SAR Kepri memiliki potensi besar tidak hanya dalam bidang
akademik, tetapi juga pada aspek sosial, seni, dan pengabdian kepada
masyarakat. Hal tersebut terlihat dari berbagai aktivitas kemahasiswaan yang
aktif dan produktif, mulai dari kegiatan sosial, penguatan literasi, hingga
program pemberdayaan masyarakat.
“Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi yang inovatif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial. Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia
juga menyampaikan bahwa STAIN SAR Kepri terus berkomitmen memperluas akses
pendidikan melalui program beasiswa yang hingga saat ini telah menjangkau
ratusan mahasiswa. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian
penting dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara
itu, Wakil Ketua III STAIN SAR Kepri, H. Rahmad Budi Harto, S.E., M.M.,
menjelaskan bahwa mahasiswa STAIN SAR Kepri memiliki semangat organisasi dan
prestasi yang terus berkembang. Saat ini, kampus memiliki puluhan organisasi
mahasiswa yang aktif dalam bidang akademik, sosial, seni, maupun kewirausahaan.
Ia
berharap kegiatan kuliah umum tersebut dapat menjadi sarana motivasi dan
penguatan wawasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital yang terus
berkembang.
“Kami
ingin mahasiswa memiliki daya saing, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan yang
kuat, sehingga mampu menjadi generasi yang adaptif dan berkontribusi bagi
daerah maupun bangsa,” ungkapnya.
Pada sesi pemaparan materi, Dr. Sudianto, S.E., M.Si., menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi disrupsi besar akibat perkembangan revolusi industri 4.0 dan era society 5.0. Menurutnya, pendidikan tidak lagi cukup berorientasi pada penguasaan materi konvensional, melainkan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang inovatif, adaptif, dan berkarakter.


“Era
digital bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi perubahan cara berpikir.
Pendidikan harus mampu mencetak generasi yang kreatif, memiliki literasi
digital, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai moral dan spiritual,”
jelasnya.
Ia
juga menyoroti pentingnya konsep Ulul Albab dalam pendidikan Islam,
yakni integrasi antara kekuatan intelektual dan spiritual. Menurutnya, lulusan
perguruan tinggi harus mampu menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa
meninggalkan integritas, etika, serta nilai-nilai keislaman.
Dalam
paparannya, Dr. Sudianto turut menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau
memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam berbasis
digital, mengingat posisi strategis wilayah yang berbatasan langsung dengan
negara tetangga serta kuatnya akar budaya Melayu-Islam.
Melalui
kuliah umum tersebut, STAIN SAR Kepri diharapkan semakin memperkuat perannya
sebagai perguruan tinggi Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman,
sekaligus mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berkarakter, dan siap
menghadapi tantangan global di era transformasi digital. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN