السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ICON-IECE 2026 di Malang Soroti Isu Strategis PIAUD Global, STAIN SAR Kepri Tampilkan Kontribusi Riset Berbasis Ekoteologi

  • 30 April 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 116
Berita Utama

Malang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuInternational Conference on Islamic Early Childhood Education (ICON-IECE) 2026 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PPIAUD) Indonesia sukses digelar di Amarta Hills, Batu, Malang, Jawa Timur. Konferensi internasional yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-VI PPIAUD ini dilaksanakan secara hybrid dengan puncak kegiatan pada 30 April 2026, menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan anak usia dini dari dalam dan luar negeri.

Mengusung tema “Driving Sustainability: Integrating Ecotheology, STEAM, and Child Protection in Islamic Early Childhood Education Research”, konferensi ini menitikberatkan pada integrasi nilai ekoteologi, inovasi pembelajaran berbasis STEAM, serta penguatan isu gender, inklusi, dan perlindungan anak dalam pengembangan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Sejumlah keynote speakers nasional dan internasional turut hadir dalam forum ilmiah ini, di antaranya Dr. Fazlin Mohd Nazir (Southern Cross University, Australia), Ninik Setiyowati, M.Psi., Ph.D. (Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. M. Walid, M.A. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Prof. Dr. Samsul Ulum, M.A., serta Ruswandi Y. Karslen dari Norwegian Early Childhood Education Practitioners. Kehadiran para narasumber ini memperkaya diskursus akademik melalui pemaparan hasil riset mutakhir dan praktik terbaik dalam pendidikan anak usia dini.

Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi keilmuan, tetapi juga ruang kolaborasi strategis lintas institusi dan negara. Berbagai isu global, seperti kesadaran ekologis, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta perlindungan hak anak, menjadi fokus utama dalam setiap sesi diskusi dan presentasi ilmiah.


Kontribusi signifikan turut ditunjukkan oleh dosen Program Studi PIAUD STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Lina Eka Retnaningsih, M.Pd., bersama tim yang terdiri dari Agus Susanto, Nadya Nela Rosa, M.Psi., dan Nur Rohminatin, berpartisipasi sebagai pemakalah dalam konferensi ini. Lina Eka Retnaningsih hadir secara langsung mempresentasikan paper berjudul “Implementation of Ecotheology-Based Environmental Education Through School Culture in Fostering an Environmentally Conscious Character at TK Mutiara Hati Kundur Barat Karimun.”

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa integrasi pendidikan lingkungan berbasis nilai spiritual Islam memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran ekologis, perilaku ramah lingkungan, serta empati ekologis pada anak usia dini. Pendekatan ini diimplementasikan melalui experiential learning, seperti pengelolaan sampah pesisir, eksplorasi ekosistem laut, kegiatan hidroponik, serta pemanfaatan kembali limbah plastik sebagai media tanam, yang terbukti efektif dalam membangun karakter peduli lingkungan sejak dini.

Ketua Program Studi PIAUD STAIN SAR Kepri, Nadya Nela Rosa, M.Psi., menyampaikan bahwa partisipasi dosen dalam forum internasional ini merupakan wujud nyata kontribusi akademik institusi dalam pengembangan keilmuan PIAUD.

“Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dosen, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam diseminasi hasil penelitian yang berdampak, khususnya dalam isu keberlanjutan dan ekoteologi,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua Umum PPIAUD Indonesia, Dr. Nur Hamzah, M.Pd., menegaskan bahwa penyelenggaraan konferensi ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat posisi PIAUD sebagai bidang keilmuan yang adaptif terhadap dinamika global.

“Melalui konferensi ini, diharapkan lahir gagasan inovatif yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan anak usia dini di era global sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya ICON-IECE 2026, diharapkan pengembangan Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Indonesia semakin maju melalui pendekatan yang integratif, inovatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran aktif STAIN SAR Kepri dalam berkontribusi pada penguatan riset dan inovasi pendidikan anak usia dini di tingkat global. (LF/Abrillia)