السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peningkatan Kualitas dalam Perubahan Alih Status Kampus melalui Penguatan Ekonomi Berbasis Syariah” pada Senin (6/4). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dosen Gedung SBSN Perkuliahan Terpadu dan dihadiri oleh pimpinan, dosen, serta civitas akademika.
FGD ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya strategis dalam mendorong peningkatan kualitas institusi, khususnya dalam proses alih status kampus. Penguatan ekonomi berbasis syariah dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung transformasi tersebut agar lebih berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan institusi.
“Melalui FGD ini, kami berharap lahir gagasan dan rekomendasi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dalam mendorong pengembangan keilmuan di STAIN Kepri. Terlebih dengan kondisi geografis kampus yang berada di Kabupaten Bintan, diperlukan strategi yang tepat agar institusi ini mampu berkembang dan berdaya saing,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Muhammad Habibi Siregar, M.Ag (Profesor Ilmu Hukum Islam dan Ilmu Sosial), Dr. Zamzami A. Karim (Akademisi sekaligus Ketua Lembaga Adat Meayu), serta Drs. H. Huzaifa Dadang AG, M.Si (Ketua Pelaksana Harian STT Indonesia).
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Muhammad Habibi Siregar, M.Ag menekankan pentingnya sinergi lintas keilmuan dalam pengembangan ekonomi syariah di lingkungan perguruan tinggi.
“Penguatan ekonomi syariah tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan sinergi antar lintas keilmuan agar pengembangannya lebih komprehensif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Para narasumber turut memberikan pandangan strategis terkait pengembangan ekonomi syariah dalam konteks pendidikan tinggi, serta peran institusi dalam menciptakan ekosistem akademik yang adaptif dan inovatif.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan dari peserta yang menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai syariah dalam pengelolaan institusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan program-program unggulan yang mendukung proses alih status kampus.



Melalui kegiatan ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan bertransformasi menuju institusi pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman. (Gby/Ary/Aisyah)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN