السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kultum Ramadan STAIN SAR Kepri Angkat Pesan Ekoteologi: Menjaga Keseimbangan Alam sebagai Amanah Kekhalifahan

  • 12 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 213
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka menghidupkan suasana spiritual di bulan suci Ramadan, civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Ramadan yang berlangsung di Masjid Sultan Abdurrahman Muazzamsyah pada Kamis (12/03/2026).

Kultum kali ini disampaikan oleh Abd. Malik Almunir, M.Hum., dosen STAIN SAR Kepri yang mengangkat tema mengenai pentingnya kesadaran manusia dalam menjaga kondisi alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan moral sebagai khalifah di muka bumi.

Dalam ceramahnya, Abd. Malik Almunir menjelaskan bahwa kondisi alam saat ini menghadapi berbagai tantangan yang menuntut kesadaran kolektif manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, hubungan manusia dengan alam tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai tauhid dan tanggung jawab kekhalifahan.

Menurutnya, terdapat beberapa prinsip utama yang perlu dipahami dalam menjaga keseimbangan alam. Pertama adalah tauhid, yakni kesadaran untuk mengesakan Allah SWT sebagai Sang Pencipta seluruh alam semesta. Kesadaran tauhid tersebut menjadi fondasi utama bagi manusia dalam memperlakukan alam dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur.

Kedua, manusia memiliki peran sebagai khalifah di muka bumi, yang berarti memikul amanah untuk mengelola serta menjaga alam secara bijaksana. Peran tersebut menuntut manusia untuk tidak melakukan kerusakan, melainkan menjaga keberlanjutan kehidupan di bumi.


Selanjutnya, ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam hubungan antara manusia dan alam. Alam perlu dijaga dan dirawat agar tetap berada dalam kondisi yang harmonis sehingga keberlangsungan kehidupan dapat terpelihara secara berkelanjutan.

“Manusia sebagai khalifah tidak boleh memperlakukan alam secara semena-mena. Alam harus dijaga dengan prinsip keseimbangan dan keadilan agar tetap lestari serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Prinsip terakhir yang disampaikan adalah keadilan dalam memanfaatkan sumber daya alam. Menurutnya, pengelolaan alam harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan serta kepentingan generasi masa depan.

Melalui kegiatan Kultum Ramadan ini, civitas academica STAIN SAR Kepri diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran spiritual sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Kegiatan Kultum Ramadan yang rutin dilaksanakan di Masjid Sultan Abdurrahman Muazzamsyah ini menjadi salah satu upaya kampus dalam memperkuat dimensi spiritual, moral, serta kepedulian sosial dan ekologis di lingkungan perguruan tinggi. (LF/Makrup)