السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka menghidupkan suasana spiritual di bulan suci Ramadan, civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Ramadan yang berlangsung di Masjid Sultan Abdurrahman Muazzamsyah pada Kamis (12/03/2026).
Kultum
kali ini disampaikan oleh Abd. Malik Almunir, M.Hum., dosen STAIN SAR Kepri yang
mengangkat tema mengenai pentingnya kesadaran manusia dalam menjaga kondisi
alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan moral sebagai khalifah di
muka bumi.
Dalam
ceramahnya, Abd. Malik Almunir menjelaskan bahwa kondisi alam saat ini
menghadapi berbagai tantangan yang menuntut kesadaran kolektif manusia untuk
menjaga kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam,
hubungan manusia dengan alam tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai tauhid dan
tanggung jawab kekhalifahan.
Menurutnya,
terdapat beberapa prinsip utama yang perlu dipahami dalam menjaga keseimbangan
alam. Pertama adalah tauhid, yakni kesadaran untuk mengesakan Allah SWT sebagai
Sang Pencipta seluruh alam semesta. Kesadaran tauhid tersebut menjadi fondasi
utama bagi manusia dalam memperlakukan alam dengan penuh tanggung jawab dan
rasa syukur.
Kedua, manusia memiliki peran sebagai khalifah di muka bumi, yang berarti memikul amanah untuk mengelola serta menjaga alam secara bijaksana. Peran tersebut menuntut manusia untuk tidak melakukan kerusakan, melainkan menjaga keberlanjutan kehidupan di bumi.


Selanjutnya,
ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam hubungan antara manusia dan alam.
Alam perlu dijaga dan dirawat agar tetap berada dalam kondisi yang harmonis
sehingga keberlangsungan kehidupan dapat terpelihara secara berkelanjutan.
“Manusia
sebagai khalifah tidak boleh memperlakukan alam secara semena-mena. Alam harus
dijaga dengan prinsip keseimbangan dan keadilan agar tetap lestari serta dapat
dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Prinsip
terakhir yang disampaikan adalah keadilan dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Menurutnya, pengelolaan alam harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan
mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan serta kepentingan generasi masa
depan.
Melalui
kegiatan Kultum Ramadan ini, civitas academica STAIN SAR Kepri diharapkan dapat
semakin meningkatkan kesadaran spiritual sekaligus kepedulian terhadap
lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Islam yang rahmatan
lil ‘alamin.
Kegiatan
Kultum Ramadan yang rutin dilaksanakan di Masjid Sultan Abdurrahman Muazzamsyah
ini menjadi salah satu upaya kampus dalam memperkuat dimensi spiritual, moral,
serta kepedulian sosial dan ekologis di lingkungan perguruan tinggi. (LF/Makrup)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN