السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dosen STAIN SAR Kepri Aktif Ikuti Bimtek BIPA, Perkuat Peran Bahasa Indonesia di Kancah Global

  • 11 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 169
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada Senin hingga Rabu (09–11/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Tanjungpinang ini diikuti oleh berbagai akademisi, praktisi bahasa, serta pegiat BIPA dari sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di wilayah Kepulauan Riau.

Dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, sejumlah dosen turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, yakni Eka Rihan K., M.Pd. selaku Kepala Unit Bahasa, Taqiyuddin, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Dr. Amrul Luhfi, M.Pd.I. selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), serta Dr. Fadhila Yonata, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Selain peserta dari STAIN SAR Kepri, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), IAI Miftahul Ulum, Politeknik Bintan Cakrawala, serta komunitas pegiat BIPA dari Bintan Bertutur. Kehadiran para peserta dari berbagai institusi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya perhatian terhadap pengembangan program pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing di wilayah Kepulauan Riau.

Bimtek ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang pengajaran BIPA, di antaranya Dr. Titik Wijanarti, S.S., M.A. selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Erni Catur Westi, S.S., M.Pd. dari Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia sekaligus Ketua APPBIPA Jaya, Muhammad Ridwan, S.Hum., M.Hum. dari Politeknik Negeri Jakarta, Hendra Nugraha, S.S., M.Hum. dari Universitas Internasional Batam sekaligus Ketua APPBIPA Kepri, serta Sri Nurasiawati, M.Pd. dari Pusat Pemberdayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.


Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh berbagai materi strategis terkait pengembangan program BIPA. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan pengembangan program BIPA di Kepulauan Riau, metodologi pengajaran BIPA, pengajaran kemahiran reseptif dan produktif, serta penguatan aspek tata bahasa dalam pembelajaran BIPA.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya integrasi budaya dalam pembelajaran bahasa, pengembangan instrumen evaluasi dan silabus BIPA, serta pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dalam proses pengajaran. Materi lainnya juga mencakup kebijakan pengembangan serta penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pengajar BIPA dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di bidang pengajaran BIPA dalam kerangka penginternasionalan bahasa Indonesia.

Ketua Program Studi Magister MPI STAIN SAR Kepri, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd., menyampaikan bahwa program BIPA memiliki peran strategis dalam memperkenalkan bahasa sekaligus budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.


“Program BIPA memiliki peran penting dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kompetensi pengajar dan pengelola program BIPA menjadi langkah strategis dalam mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pedagogis, profesional, serta pemahaman kebijakan terkait pengajaran BIPA. Dengan demikian, kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing di wilayah Kepulauan Riau dapat terus berkembang secara lebih sistematis dan berstandar nasional.

Kegiatan Bimbingan Teknis Program BIPA Tahun 2026 ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengajar sekaligus memperluas jangkauan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing di Provinsi Kepulauan Riau, sehingga bahasa Indonesia semakin dikenal dan dipelajari oleh masyarakat internasional. (LF/Eka)