السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Perkuat Referensi Kemelayuan, STAIN SAR Kepri Terima Sumbangan Buku Pantun dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV

  • 11 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 186
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen dalam memperkuat kajian dan referensi kebudayaan Melayu di lingkungan akademik terus dilakukan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri). Hal tersebut ditandai dengan diterimanya sumbangan sejumlah buku pantun dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV pada Rabu (11/3/2026).

Penyerahan buku tersebut dilaksanakan di ruang Unit Studi Melayu STAIN SAR Kepri dan diterima secara resmi oleh Kepala Unit Studi Melayu Romi Aqmal, M.Si. Bantuan buku ini diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur sekaligus memperkuat kajian kemelayuan yang menjadi salah satu ciri keilmuan di lingkungan STAIN SAR Kepri.

Buku yang diserahkan merupakan koleksi literatur pantun Melayu yang diterbitkan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan khazanah sastra tradisional Nusantara, khususnya budaya Melayu.

Kepala Unit Studi Melayu STAIN SAR Kepri, Romi Aqmal, M.Si. menyampaikan bahwa sumbangan buku pantun tersebut menjadi kontribusi penting dalam memperkaya referensi bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang menaruh perhatian pada kajian budaya Melayu, terutama dalam bidang sastra tradisional.


Sementara itu, secara terpisah Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV.

“Pihak kampus mengucapkan terima kasih atas sumbangan buku pantun yang diberikan. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat dalam mendukung penguatan literatur dan pengembangan kajian kemelayuan di lingkungan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau,” ujarnya.

Melalui dukungan literatur tersebut, diharapkan Unit Studi Melayu STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dapat semakin mengembangkan berbagai kajian akademik terkait budaya Melayu, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal. (LF/RA)