السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kultum Ramadan STAIN SAR Kepri: Dr. Muhammad Lazim, Lc. M.A Tekankan Ramadan sebagai Pilar Ketahanan dan Keharmonisan Keluarga

  • 10 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 177
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Suasana spiritual Ramadan kembali mewarnai aktivitas civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri)  melalui kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) yang dilaksanakan di Masjid Sultan Abdurrahman Muazzamsyah STAIN SAR Kepri pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadan yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan kampus.

Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Muhammad Lazim, Lc. MA, dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAIN SAR Kepri. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema “Ramadan sebagai Tolak Ukur Ketahanan Keluarga”, yang menekankan pentingnya membangun keharmonisan rumah tangga melalui penguatan nilai-nilai spiritual selama bulan suci Ramadan.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Lazim menjelaskan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah individu, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi keluarga dalam memperkuat relasi yang harmonis, penuh tanggung jawab, serta dilandasi nilai-nilai keislaman. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan suami istri sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan keluarga.

Menurutnya, dalam ajaran Islam hubungan biologis antara suami dan istri tetap dapat dilaksanakan selama bulan Ramadan, namun hanya diperbolehkan pada malam hari setelah berbuka puasa hingga sebelum waktu imsak. Hal tersebut merupakan bagian dari syariat yang tetap menjaga keseimbangan antara ibadah dan keharmonisan kehidupan keluarga.


Lebih lanjut, ia mengulas makna filosofis dari ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa suami dan istri merupakan “pakaian” bagi satu sama lain. Konsep ini, menurutnya, mengandung makna mendalam tentang fungsi pasangan dalam kehidupan rumah tangga.

“Sebagaimana pakaian berfungsi menutup aurat, melindungi tubuh, dan memperindah penampilan, demikian pula suami dan istri dalam keluarga harus saling menutupi kekurangan, menjaga kehormatan pasangan, serta melindungi satu sama lain dari berbagai hal yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga,” jelasnya.

Melalui kultum Ramadan tersebut, civitas academica STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau diharapkan dapat semakin memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ajaran Islam, sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Selain memperkuat ibadah selama Ramadan, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi untuk membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (LF/Makrup)