السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Suasana spiritual Ramadan kembali mewarnai aktivitas civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) melalui kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) yang dilaksanakan di Masjid Sultan Abdurrahman Muazzamsyah STAIN SAR Kepri pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadan yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan kampus.
Pada
kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Muhammad Lazim, Lc. MA, dosen
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAIN SAR Kepri. Dalam
ceramahnya, ia mengangkat tema “Ramadan sebagai Tolak Ukur Ketahanan
Keluarga”, yang menekankan pentingnya membangun keharmonisan rumah tangga
melalui penguatan nilai-nilai spiritual selama bulan suci Ramadan.
Dalam
pemaparannya, Dr. Muhammad Lazim menjelaskan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi
momentum peningkatan kualitas ibadah individu, tetapi juga menjadi ruang
refleksi bagi keluarga dalam memperkuat relasi yang harmonis, penuh tanggung
jawab, serta dilandasi nilai-nilai keislaman. Ia juga menyoroti pentingnya
menjaga hubungan suami istri sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan
keluarga.
Menurutnya, dalam ajaran Islam hubungan biologis antara suami dan istri tetap dapat dilaksanakan selama bulan Ramadan, namun hanya diperbolehkan pada malam hari setelah berbuka puasa hingga sebelum waktu imsak. Hal tersebut merupakan bagian dari syariat yang tetap menjaga keseimbangan antara ibadah dan keharmonisan kehidupan keluarga.

Lebih
lanjut, ia mengulas makna filosofis dari ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa
suami dan istri merupakan “pakaian” bagi satu sama lain. Konsep ini,
menurutnya, mengandung makna mendalam tentang fungsi pasangan dalam kehidupan
rumah tangga.
“Sebagaimana
pakaian berfungsi menutup aurat, melindungi tubuh, dan memperindah penampilan,
demikian pula suami dan istri dalam keluarga harus saling menutupi kekurangan,
menjaga kehormatan pasangan, serta melindungi satu sama lain dari berbagai hal
yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga,” jelasnya.
Melalui
kultum Ramadan tersebut, civitas academica STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan
Riau diharapkan dapat semakin memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung
dalam ajaran Islam, sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga
dan masyarakat. Selain memperkuat ibadah selama Ramadan, kegiatan ini juga
menjadi sarana refleksi untuk membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan
berlandaskan nilai-nilai keislaman. (LF/Makrup)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN