السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan “Gema Dakwah di Bulan Suci Ramadhan” pada Senin, (2/3) di Pondok Pesantren Al-Kautsar, Tanjungpinang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta Komunikasi dan Penyiaran Islam sebagai bentuk pengabdian sekaligus praktik dakwah di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari tugas perkuliahan dalam mata kuliah MBKM Tafsir Ayat Dakwah yang diampu oleh dosen Nur Ikhlas, sebagai upaya mengimplementasikan pembelajaran di kelas ke dalam praktik dakwah secara langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan silaturahmi mahasiswa kepada pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar, Kyai Supeno, guna menyampaikan maksud serta meminta izin pelaksanaan kegiatan dakwah. Setelah memperoleh persetujuan, para mahasiswa mengumpulkan santri Pondok Pesantren Al-Kautsar untuk mengikuti rangkaian kegiatan dakwah yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para santri serta Pengawas Pondok Pesantren bagian Ubudiyah, Said Noparizal, yang mendampingi jalannya kegiatan.
Rangkaian acara dimulai dengan sesi perkenalan mahasiswa kepada para santri sebagai upaya membangun kedekatan dan interaksi. Kegiatan kemudian dibuka oleh Najwa Ramadhania Mustafa, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 4. Selanjutnya, tausiyah menjelang berbuka puasa atau santapan rohani disampaikan oleh Erik Bastian, mahasiswa KPI semester 4.
Dalam tausiyahnya, Erik Bastian menyampaikan kisah inspiratif tentang seorang pemuda yang telah membunuh seratus orang namun tetap mendapatkan jalan taubat karena besarnya rahmat dan ampunan Allah SWT. Kisah tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan dan komunikatif sehingga mampu menarik perhatian para santri yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Salah seorang santri Pondok Pesantren Al-Kautsar mengaku sangat terkesan dengan penyampaian materi yang dibawakan. Menurutnya, kisah yang disampaikan tidak hanya menarik tetapi juga memberikan pesan mendalam tentang luasnya ampunan Allah, terlebih disampaikan dalam momentum bulan suci Ramadhan.
“Bagus banget menurut aku. Apalagi pas ustadznya cerita tentang pemuda yang membunuh 100 orang itu, jadi bikin mikir sendiri bahwa ampunan Allah itu sangat besar. Cara penyampaiannya juga enak didengar dan mudah dipahami, jadi terasa relevan dengan keadaan kita sekarang,” ujarnya.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, para mahasiswa dan santri melanjutkan kegiatan dengan berbincang santai guna mempererat silaturahmi. Interaksi tersebut menjadi momen berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kedekatan antara mahasiswa dan para santri.
Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Adla, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melatih keberanian mahasiswa dalam berdakwah di tengah masyarakat, tetapi juga sebagai sarana mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.
.jpeg)
.jpeg)
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ladang amal sekaligus pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan komunikasi dakwah secara langsung. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat dan respon positif dari para santri maupun pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar terhadap kegiatan yang dilaksanakan. (Gby/Adla)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN