السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan audiensi dan koordinasi layanan kebahasaan dengan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau pada Jumat (6/3). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam pengembangan bahasa, sastra, serta pelestarian naskah dan budaya daerah di Kepulauan Riau.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Titik Wijanarti, S.S., M.A., dan disambut langsung oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Unit Bahasa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Eka Rihan K., M.Pd., yang turut mendukung penguatan kerja sama dalam bidang pengembangan layanan kebahasaan di lingkungan kampus.
Dalam pertemuan tersebut, Kantor Bahasa Kepulauan Riau menyampaikan sejumlah program layanan kebahasaan yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika, salah satunya layanan jasa penerjemahan penelitian. Layanan ini diharapkan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam menerjemahkan karya ilmiah ke berbagai bahasa sehingga dapat memperluas akses publikasi dan meningkatkan kualitas diseminasi hasil penelitian.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Titik Wijanarti, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan layanan kebahasaan di daerah, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

"Kami membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan layanan kebahasaan, termasuk penerjemahan penelitian, penguatan literasi, serta program Duta Bahasa. Selain itu, kami juga memiliki fokus pada perlindungan bahasa dan sastra daerah, khususnya bahasa Melayu yang menjadi identitas budaya di Kepulauan Riau," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Kantor Bahasa saat ini tengah mengembangkan program pemodernan sastra lama, yakni mengangkat cerita rakyat dan naskah klasik dari manuskrip untuk dikemas dalam bentuk yang lebih dekat dengan generasi muda.
"Cerita rakyat dan naskah lama yang tersimpan dalam manuskrip akan kami angkat kembali melalui media yang lebih modern seperti komik dan animasi. Untuk itu, kami berharap dapat bekerja sama dengan STAIN Kepri dalam penyediaan data dan sumber manuskrip yang relevan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan kesiapan kampus untuk bersinergi dalam berbagai program kebahasaan.
"Kami menyambut baik kerja sama ini. STAIN Kepri tidak hanya mengembangkan bahasa Indonesia, tetapi juga memiliki penguatan pada bahasa Inggris dan bahasa Arab. Selain itu, kami juga memiliki sejumlah manuskrip beraksara Arab Melayu yang dapat menjadi sumber penting dalam pengembangan kajian bahasa dan sastra Melayu," ungkapnya.
Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan Kantor Bahasa menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan literasi kebahasaan di kalangan generasi muda.
.jpeg)
.jpeg)
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau dan STAIN Kepri dalam mengembangkan layanan kebahasaan, memperkuat pelestarian bahasa daerah, serta menghidupkan kembali warisan sastra Melayu agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. (Gby/Eka)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN