السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Prodi AKS STAIN SAR Kepri Kolaborasi dengan OJK dan BEI, Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah untuk Mahasiswa

  • 05 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 206
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap investasi berbasis syariah, Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah bertajuk “Memulai Perjalanan Investasi Syariah Menuju Financial Freedom” pada Kamis (5/3/2026) di Auditorium Razali Jaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa sekaligus memberikan pemahaman komprehensif mengenai peluang investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II STAIN SAR Kepri, Dr. Al Mahfuz, M.Si., Ketua Program Studi Akuntansi Syariah Raja Hesti Hafriza, M.M., Asisten Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau, Spesialis Pengembangan Bisnis Syariah Bursa Efek Indonesia Deri Yustria, S.E., MBA., CFP., IFP., Direktur DSN MUI Institute Dr. Asharuddin Lathif, serta Marketing Officer Korea Investment and Sekuritas Indonesia Abdurrahman.

Dalam sambutannya, pihak kampus menegaskan bahwa literasi investasi syariah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial yang berlandaskan nilai-nilai syariah.


Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini menyoroti konsep dasar pasar modal syariah sebagai sistem investasi yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah, seperti larangan riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi). Melalui pendekatan tersebut, investasi syariah diharapkan mampu memberikan alternatif pengelolaan keuangan yang etis dan berkelanjutan.

Selain itu, narasumber juga menjelaskan berbagai keuntungan investasi syariah, di antaranya penghindaran praktik riba, peluang diversifikasi portofolio, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi riil. Dalam sistem ini, Dewan Syariah Nasional (DSN) berperan sebagai lembaga yang mengawasi dan memastikan bahwa seluruh produk investasi telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai produk investasi syariah yang tersedia di pasar modal, seperti saham syariah, sukuk (obligasi syariah), reksa dana syariah, serta instrumen investasi lainnya yang telah mendapatkan pengesahan kesesuaian syariah.

Salah satu perwakilan delegasi peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai memberikan wawasan baru mengenai investasi berbasis syariah.


“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang luas tentang investasi syariah. Kami berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi keuangan syariah sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan investasi yang relevan dengan dinamika ekonomi modern.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam melahirkan generasi muda yang cerdas finansial, berintegritas, serta mampu berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. (LF/Zahra)