السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sekolah Pasar Modal Syariah STAIN SAR Kepri Dorong Literasi Investasi Mahasiswa Menuju Financial Freedom

  • 05 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 160
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Upaya meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda terus digalakkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri). Melalui Program Studi Akuntansi Syariah (AKS), kampus ini menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah bertema “Memulai Perjalanan Investasi Syariah Menuju Financial Freedom” yang digelar pada Kamis (5/3/2026) di Auditorium Razali Jaya STAIN SAR Kepri.

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa, khususnya dari Program Studi AKS, tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga otoritas dan praktisi pasar modal, di antaranya M. Lutfi selaku Asisten Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau, Deri Yustria selaku Spesialis Pengembangan Bisnis Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Ustadz Dr. Asharuddin Lathif selaku Direktur DSN–MUI Institute, serta Abdurrahman sebagai Marketing Officer Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai lembaga strategis di sektor pasar modal, seperti OJK, Bursa Efek Indonesia (IDX), KSEI, IDClear, serta Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua II STAIN SAR Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si, yang mewakili Ketua STAIN SAR Kepri, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi pasar modal syariah tersebut. Menurutnya, literasi investasi menjadi bagian penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.


Ia menegaskan bahwa masyarakat selama ini cenderung lebih familiar dengan instrumen investasi konvensional seperti emas atau properti. Oleh karena itu, kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai alternatif investasi lain yang legal, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep pasar modal secara teoritis, tetapi juga memiliki keberanian untuk berpartisipasi secara aktif dalam investasi yang sehat, legal, dan sesuai dengan prinsip syariah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Almahfuz menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga perlu memiliki wawasan kewirausahaan dan literasi keuangan yang baik. Menurutnya, profesi apa pun dapat dikombinasikan dengan aktivitas investasi maupun bisnis sebagai bentuk pengembangan potensi ekonomi.

“Kita tidak boleh hanya terpaku pada bidang keilmuan semata. Mahasiswa juga perlu memiliki wawasan bisnis dan investasi agar mampu memanfaatkan berbagai peluang ekonomi di era modern,” tambahnya.

Pada sesi materi, M. Lutfi dari OJK Kepulauan Riau memaparkan topik mengenai Kinerja Sektor Jasa Keuangan Syariah dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal. Dalam paparannya, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian masyarakat terhadap berbagai bentuk investasi ilegal yang marak terjadi, sekaligus mendorong pemanfaatan instrumen keuangan resmi yang diawasi oleh otoritas negara.


Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Dr. Asharuddin Lathif dari DSN–MUI Institute memaparkan landasan fikih dalam aktivitas pasar modal syariah. Ia menjelaskan bahwa investasi di pasar modal dapat menjadi bagian dari aktivitas muamalah yang diperbolehkan selama memenuhi prinsip-prinsip syariah yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Deri Yustria dari Bursa Efek Indonesia yang menjelaskan secara komprehensif mengenai peluang investasi di pasar modal syariah serta mekanisme perdagangan saham yang sesuai dengan prinsip syariah.

Pada sesi terakhir, Abdurrahman dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia memperkenalkan platform investasi digital iKISI yang memudahkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai berinvestasi secara praktis dan aman.

Ketua Prodi AKS STAIN SAR Kepri, Raja Hesti Hafriza, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah merupakan bagian dari upaya penguatan literasi keuangan dan pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang ekonomi syariah.


Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung praktik investasi di pasar modal syariah.

“Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa semakin memahami pentingnya literasi keuangan syariah serta mampu memanfaatkan pasar modal sebagai instrumen investasi yang produktif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi keuangan syariah sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan investasi yang relevan dengan perkembangan ekonomi modern. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas finansial, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. (LF)