السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

From Masjid to Mindset: Mahasiswa Prodi IAT STAIN Kepri Explore Dakwah Produktif di Tanjungunggat

  • 24 Februari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 95
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuMahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan Wawancara Program Bayan pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Masjid Raudhatul Mushallin, Gang 45, Tanjungunggat. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Praktikum Tafsir Semester 6 Kelompok 1 yang diampu oleh Ibu Nur Ikhlas, M.A.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali informasi secara langsung terkait pelaksanaan program bayan sebagai bagian dari aktivitas dakwah dan pembinaan keagamaan di lingkungan masjid.

Wawancara ini dilakukan bersama Hasyim selaku pengurus masjid yang memberikan penjelasan terkait program bayan. Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Muhammad Rauf Amrullah, Muhammad Agung Pribadi, Maulana Abdillah Situmorang, Valin Ibrahim, Astriani Felisha Mardani, dan Nadya Checilia Harahap.

Dalam pemaparannya, Hasyim menjelaskan sejarah berdirinya program bayan yang digagas sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat. Program ini bertujuan memberikan pencerahan, menambah wawasan keislaman, serta membina akhlak jamaah melalui penyampaian materi keagamaan secara rutin.

Ia juga menekankan bahwa manfaat program bayan tidak hanya dirasakan dari sisi peningkatan pengetahuan agama, tetapi juga dalam mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama sekaligus sarana membangun karakter religius di tengah masyarakat.

Muhammad Rauf Amrullah selaku perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana program keagamaan di masjid dapat berjalan secara konsisten dan berdampak langsung bagi masyarakat.

"Kami melihat bahwa program bayan bukan sekadar rutinitas ceramah, tetapi menjadi sarana pembinaan umat yang memperkuat pemahaman agama dan kebersamaan warga. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami sebagai mahasiswa," ujarnya.

Hasyim juga menyampaikan rasa senang dan semangatnya saat menerima kunjungan mahasiswa. Ia mengaku berusaha menjelaskan program tersebut secara detail serta memberikan nasihat layaknya orang tua kepada anaknya. Kehadiran mahasiswa dinilainya sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap dinamika keagamaan di lingkungan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran konkret mengenai peran masjid sebagai pusat dakwah dan edukasi umat, sekaligus implementasi langsung dari pembelajaran dalam mata kuliah Praktikum Tafsir. Harapannya, program bayan dapat terus berjalan lancar, mendapatkan dukungan masyarakat setempat, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga Tanjungunggat dan sekitarnya. (Gby/Rauf)