السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kegiatan kultum Ramadan di Masjid Sultan Abdurrahman Muazzamsyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) kembali menghadirkan tausiah yang sarat nilai moral dan spiritual pada Rabu (4/3/2026). Bertindak sebagai penceramah, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Dr. Amrul Luhfi, M.Pd.I., menyampaikan materi bertema “Ghibah dan Bahayanya dalam Kehidupan.”
Dalam
ceramahnya, Dr. Amrul Luhfi menegaskan bahwa ghibah atau menggunjing
merupakan perbuatan tercela yang memiliki dampak serius, baik secara spiritual
maupun sosial. Ia mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, ghibah
diibaratkan seperti memakan bangkai daging saudara sendiri, sebuah perumpamaan
yang menunjukkan betapa jijik dan beratnya dosa tersebut.
“Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat tegas tentang bahaya ghibah. Perumpamaan memakan bangkai saudara sendiri menggambarkan betapa mengerikannya perbuatan ini,” ujarnya di hadapan jamaah.


Lebih
lanjut, ia menjelaskan bahwa ghibah tidak hanya merusak hubungan
antarsesama, tetapi juga dapat menggerogoti nilai pahala ibadah yang telah
dilakukan. Dalam konteks Ramadan, menjaga lisan menjadi bagian penting dari
kesempurnaan puasa, karena ibadah tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi
juga menahan diri dari ucapan yang menyakiti orang lain.
Dr.
Amrul Luhfi turut mengingatkan bahwa konsekuensi dari perilaku ghibah
sangat berat, bahkan dapat mengantarkan pelakunya pada balasan yang buruk di
akhirat apabila tidak segera disertai dengan taubat dan perbaikan diri. Ia
mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum
introspeksi, memperbaiki akhlak, serta membangun budaya komunikasi yang santun
dan beretika di lingkungan kampus.
Melalui
kultum tersebut, diharapkan seluruh jamaah semakin menyadari urgensi menjaga
lisan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai ketakwaan. Ramadan pun
dimaknai sebagai ruang pembinaan spiritual untuk membentuk pribadi yang lebih
bijak dalam bertutur, menjaga kehormatan sesama, dan menjauhi perilaku yang
dapat merusak ukhuwah Islamiyah. (LF/Makrup)
355 Mahasiswa STAIN Kepri Perkuat Kompetensi Fardhu Kifayah Sebelum Terjun ke Masyarakat
Sinergi STAIN Kepri, Peradi, dan IKADIN Cetak Calon Advokat Berintegritas
PB PMII dan STAIN Kepri Bersinergi, Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Zaman
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang