السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Refleksi “Pulang Kampung” Ramadan, Fauzi Ajak Civitas STAIN SAR Kepri Persiapkan Bekal Menuju Kampung Akhirat

  • 03 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 274
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Suasana religius Ramadan di Masjid Abdurrahman Muazzamsyah STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali diisi dengan tausiah inspiratif pada Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Fauzi, S.Sos., M.A., dosen STAIN SAR Kepri, yang menyampaikan ceramah bertema “Pulang Kampung.”

Dalam pemaparannya, Fauzi mengawali dengan refleksi mengenai makna pulang kampung dalam kehidupan manusia. Menurutnya, hampir setiap perantau merasakan kebahagiaan ketika memiliki kesempatan kembali ke kampung halaman. Kerinduan terhadap keluarga, sanak saudara, serta suasana tempat asal kerap mendorong seseorang rela menempuh perjalanan panjang demi melepas rindu.

“Pulang kampung di dunia selalu menghadirkan kebahagiaan. Kita rela berhari-hari di perjalanan demi bertemu orang-orang tercinta,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa terdapat makna pulang kampung yang lebih hakiki, yakni kembali kepada Allah Swt. di akhirat kelak. Menurutnya, kehidupan di dunia sejatinya adalah fase perantauan, sedangkan kampung akhirat merupakan tempat kembali yang sesungguhnya bagi setiap insan.

Fauzi menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kepulangan tersebut dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkaya bekal spiritual, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan sosial.

“Jika kita begitu bersungguh-sungguh mempersiapkan perjalanan pulang kampung di dunia, maka seharusnya kita lebih bersungguh-sungguh lagi mempersiapkan bekal untuk pulang ke akhirat,” pesannya.

Melalui tausiah tersebut, diharapkan sivitas akademika STAIN SAR Kepri semakin menyadari urgensi memaknai kehidupan sebagai perjalanan spiritual. Ramadan pun menjadi ruang refleksi untuk menata niat, memperbanyak kebaikan, dan memohon agar kelak dapat kembali ke kampung akhirat dengan membawa perbekalan amal yang terbaik. (LF/Makrup)