السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an Berbasis AI, STAIN SAR Kepri Gelar Seminar Internasional Bersama Bajdah Educational Arabia

  • 02 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 288
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya merespons transformasi pendidikan di era digital, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an menggunakan Aplikasi Al-Fatihah.Ind” pada Senin (2/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting bekerja sama dengan Bajdah Educational.

Seminar ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta peserta dari berbagai lembaga pendidikan yang memiliki perhatian terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran Bahasa Arab dan studi Al-Qur’an. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog akademik lintas negara dalam merespons dinamika transformasi pendidikan di era digital.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa inovasi teknologi merupakan keniscayaan dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam. Menurutnya, integrasi AI dalam pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pemahaman, efektivitas pembelajaran, serta daya saing lulusan di tengah perkembangan teknologi global.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Nur Ikhlas, M.A., yang mengapresiasi terjalinnya kolaborasi internasional tersebut. Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperluas jejaring akademik serta memperkuat pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan STAIN SAR Kepri.


Pada sesi inti, narasumber internasional Dr. Badru Nashir Jabar dari Bajdah Educational memaparkan konsep pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an. Ia memperkenalkan aplikasi Al-Fatihah.Ind sebagai media pembelajaran interaktif yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami bahasa dan makna Al-Qur’an secara lebih sistematis, personal, dan efektif. Menurutnya, teknologi AI memungkinkan proses belajar yang adaptif sesuai kebutuhan individu pengguna.

“Melalui integrasi Artificial Intelligence, proses pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an dapat dirancang lebih personal, interaktif, dan berbasis kebutuhan masing-masing peserta didik,” jelasnya.

Materi kedua disampaikan oleh Ketua Prodi PBA, Fajar Tresna Utama, M.A. Dalam paparannya, ia menjelaskan implementasi praktis AI dalam pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi, termasuk strategi integrasi teknologi digital dalam meningkatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kesiapan dosen dalam merancang desain pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi.

Dalam komentarnya, Dr. Muhammad Faisal menyatakan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjawab tantangan pendidikan era teknologi. Ia berharap integrasi AI dapat mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.


Nur Ikhlas, M.A., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum perluasan wawasan akademik sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi modern untuk penguatan studi Al-Qur’an. Ia berharap kolaborasi dengan mitra internasional dapat berlanjut dalam bentuk riset bersama maupun program pengembangan akademik lainnya.

Sementara itu, Dr. Badru Nashir Jabar mengapresiasi antusiasme peserta dari Indonesia yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam mengadopsi inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Fajar Tresna Utama, M.A., turut menyampaikan bahwa seminar ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan AI secara lebih luas di lingkungan kampus, khususnya pada pembelajaran Bahasa Arab.

Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan penguatan kajian keislaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan serta mempererat kerja sama akademik antara Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an berbasis kecerdasan buatan. (LF/FTU)