السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya merespons transformasi pendidikan di era digital, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an menggunakan Aplikasi Al-Fatihah.Ind” pada Senin (2/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting bekerja sama dengan Bajdah Educational.
Seminar
ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta peserta dari berbagai lembaga
pendidikan yang memiliki perhatian terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan
buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran Bahasa Arab dan
studi Al-Qur’an. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog akademik lintas negara
dalam merespons dinamika transformasi pendidikan di era digital.
Acara
dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa inovasi teknologi merupakan keniscayaan
dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam. Menurutnya, integrasi AI dalam
pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an dapat menjadi instrumen strategis untuk
meningkatkan kualitas pemahaman, efektivitas pembelajaran, serta daya saing
lulusan di tengah perkembangan teknologi global.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Nur Ikhlas, M.A., yang mengapresiasi terjalinnya kolaborasi internasional tersebut. Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperluas jejaring akademik serta memperkuat pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan STAIN SAR Kepri.


Pada
sesi inti, narasumber internasional Dr. Badru Nashir Jabar dari Bajdah
Educational memaparkan konsep pemanfaatan Artificial Intelligence dalam
pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an. Ia memperkenalkan aplikasi
Al-Fatihah.Ind sebagai media pembelajaran interaktif yang dirancang untuk
membantu peserta didik memahami bahasa dan makna Al-Qur’an secara lebih
sistematis, personal, dan efektif. Menurutnya, teknologi AI memungkinkan proses
belajar yang adaptif sesuai kebutuhan individu pengguna.
“Melalui
integrasi Artificial Intelligence, proses pembelajaran Bahasa Arab dan
Al-Qur’an dapat dirancang lebih personal, interaktif, dan berbasis kebutuhan
masing-masing peserta didik,” jelasnya.
Materi
kedua disampaikan oleh Ketua Prodi PBA, Fajar Tresna Utama, M.A. Dalam
paparannya, ia menjelaskan implementasi praktis AI dalam pembelajaran Bahasa
Arab di perguruan tinggi, termasuk strategi integrasi teknologi digital dalam
meningkatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis mahasiswa.
Ia menekankan pentingnya kesiapan dosen dalam merancang desain pembelajaran
yang inovatif dan berbasis teknologi.
Dalam komentarnya, Dr. Muhammad Faisal menyatakan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjawab tantangan pendidikan era teknologi. Ia berharap integrasi AI dapat mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.


Nur
Ikhlas, M.A., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum perluasan wawasan
akademik sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi modern untuk penguatan
studi Al-Qur’an. Ia berharap kolaborasi dengan mitra internasional dapat
berlanjut dalam bentuk riset bersama maupun program pengembangan akademik
lainnya.
Sementara
itu, Dr. Badru Nashir Jabar mengapresiasi antusiasme peserta dari Indonesia
yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam mengadopsi inovasi pembelajaran
berbasis teknologi. Fajar Tresna Utama, M.A., turut menyampaikan bahwa seminar
ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan AI secara lebih luas di
lingkungan kampus, khususnya pada pembelajaran Bahasa Arab.
Melalui
penyelenggaraan seminar internasional ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan
Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan perkembangan
teknologi dengan penguatan kajian keislaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi
wadah pertukaran gagasan serta mempererat kerja sama akademik antara Indonesia
dan Arab Saudi dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab dan Al-Qur’an
berbasis kecerdasan buatan. (LF/FTU)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN