السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Atmosfer spiritual Ramadan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) kembali diperkuat melalui kegiatan Kultum Ramadan yang dilaksanakan pada Rabu (25/2/2026). Tausiyah kali ini disampaikan oleh Kepala Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu STAIN SAR Kepri, Saepuddin, M.Ag.
Dalam
ceramahnya, Saepuddin mengangkat tema fikih puasa dengan menekankan pentingnya
pemahaman yang komprehensif terhadap ketentuan syariat, khususnya terkait
golongan yang mendapatkan keringanan untuk tidak menjalankan puasa Ramadan.
Ia
menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat empat golongan yang diperbolehkan
meninggalkan puasa dengan ketentuan tertentu.
“Islam adalah agama yang memberikan kemudahan. Ada empat golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa, yaitu perempuan yang sedang haid atau nifas, musafir yang melakukan perjalanan jauh, orang sakit yang kecil kemungkinan sembuh atau orang tua renta, serta orang yang mengalami gangguan akal,” jelasnya.

Lebih
lanjut, ia menegaskan bahwa keringanan tersebut bukan bentuk pengabaian
kewajiban, melainkan manifestasi kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya
sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
Menurutnya,
perempuan yang sedang haid dan nifas diwajibkan mengganti puasa di hari lain,
sementara musafir diberikan pilihan untuk tetap berpuasa atau menggantinya di
kemudian hari. Adapun bagi orang tua renta atau penderita sakit kronis yang
tidak memungkinkan untuk berpuasa, terdapat ketentuan fidyah sebagai bentuk
pengganti kewajiban.
Ia
juga menambahkan bahwa orang yang tidak berakal atau mengalami gangguan jiwa
tidak dibebani kewajiban puasa karena tidak memenuhi syarat taklif dalam hukum
Islam.
Kegiatan
Kultum Ramadan ini menjadi bagian dari program pembinaan spiritual civitas academica
STAIN SAR Kepri selama bulan suci. Melalui tausiyah yang disampaikan,
diharapkan seluruh civitas academica semakin memahami dimensi fikih dan hikmah
di balik ibadah puasa, sehingga mampu menjalankannya dengan kesadaran, tanggung
jawab, dan ketakwaan yang lebih mendalam. (LF/Makrup)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN