السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kultum Ramadan STAIN SAR Kepri Soroti Empat Golongan Penerima Rukhshah Puasa dalam Perspektif Hukum Islam

  • 25 Februari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 148
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Atmosfer spiritual Ramadan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) kembali diperkuat melalui kegiatan Kultum Ramadan yang dilaksanakan pada Rabu (25/2/2026). Tausiyah kali ini disampaikan oleh Kepala Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu STAIN SAR Kepri, Saepuddin, M.Ag.

Dalam ceramahnya, Saepuddin mengangkat tema fikih puasa dengan menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap ketentuan syariat, khususnya terkait golongan yang mendapatkan keringanan untuk tidak menjalankan puasa Ramadan.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat empat golongan yang diperbolehkan meninggalkan puasa dengan ketentuan tertentu.

“Islam adalah agama yang memberikan kemudahan. Ada empat golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa, yaitu perempuan yang sedang haid atau nifas, musafir yang melakukan perjalanan jauh, orang sakit yang kecil kemungkinan sembuh atau orang tua renta, serta orang yang mengalami gangguan akal,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keringanan tersebut bukan bentuk pengabaian kewajiban, melainkan manifestasi kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Menurutnya, perempuan yang sedang haid dan nifas diwajibkan mengganti puasa di hari lain, sementara musafir diberikan pilihan untuk tetap berpuasa atau menggantinya di kemudian hari. Adapun bagi orang tua renta atau penderita sakit kronis yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, terdapat ketentuan fidyah sebagai bentuk pengganti kewajiban.

Ia juga menambahkan bahwa orang yang tidak berakal atau mengalami gangguan jiwa tidak dibebani kewajiban puasa karena tidak memenuhi syarat taklif dalam hukum Islam.

Kegiatan Kultum Ramadan ini menjadi bagian dari program pembinaan spiritual civitas academica STAIN SAR Kepri selama bulan suci. Melalui tausiyah yang disampaikan, diharapkan seluruh civitas academica semakin memahami dimensi fikih dan hikmah di balik ibadah puasa, sehingga mampu menjalankannya dengan kesadaran, tanggung jawab, dan ketakwaan yang lebih mendalam. (LF/Makrup)