السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Implementasi MBKM Berbasis Life Skill, Prodi MBS STAIN SAR Kepri Antar Mahasiswa Magang ke Sejumlah Mitra Industri

  • 24 Februari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 228
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen terhadap penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual kembali ditegaskan oleh Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) dengan melaksanakan pengantaran mahasiswa dalam program magang sebagai bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pada 11–13 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual berbasis life skill yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha. Pengantaran mahasiswa dilakukan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prodi MBS STAIN SAR Kepri ke sejumlah mitra yang telah menjalin kerja sama kelembagaan.

Adapun lokasi magang meliputi PT. Alfaruq Anugrah Utama, PT. TASPEN Tanjungpinang, CV. Avicom Multi Media, AirNav Indonesia Cabang Tanjungpinang, Perum BULOG Cabang Tanjungpinang, Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Akamsi by Ruang Ketiga, Gondrong Drinks dan Bakso Solo Asli, serta Unit Bisnis Pembangkitan Kepulauan Riau.

Dalam pertemuan bersama mitra, pihak kampus menegaskan bahwa program magang merupakan bentuk pembelajaran di luar kampus yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa. Selain itu, kegiatan magang akan dikonversikan ke dalam mata kuliah semester berjalan sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku, sehingga memiliki pengakuan formal dalam sistem pembelajaran.


Mahasiswa peserta magang diharapkan dapat melakukan praktik kerja secara langsung di lokasi mitra, memahami kultur organisasi, serta mengasah kompetensi manajerial dan profesional berbasis nilai-nilai syariah.

Ketua Prodi MBS STAIN SAR Kepri, Kamaruzaman, M.M., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari strategi penguatan mutu lulusan.

“Magang bukan sekadar kegiatan praktik kerja, tetapi merupakan proses pembelajaran autentik untuk membangun life skill, etos kerja, dan kesiapan profesional mahasiswa. Melalui implementasi MBKM ini, kami ingin memastikan lulusan MBS memiliki daya saing dan relevansi dengan kebutuhan industri,” tegas Azzam dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).


Perwakilan mitra industri turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program magang tersebut. Mereka menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia usaha yang saling menguntungkan, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

Melalui Program Pembelajaran di Luar Kampus berbentuk magang ini, Prodi MBS STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa mampu meningkatkan kompetensi teknis maupun nonteknis, memperluas jejaring profesional, serta menginternalisasi nilai integritas dan tanggung jawab dalam praktik kerja.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam menghadirkan pendidikan tinggi keagamaan yang adaptif, aplikatif, dan responsif terhadap dinamika dunia industri dan kebutuhan masyarakat. (LF/KMZ)