السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kukuhkan Integrasi Keilmuan Al-Qur’an, Prodi IAT STAIN SAR Kepri Jalin Kerja Sama Strategis dengan Yayasan Markaz Qur’an Kepri

  • 20 Februari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 112
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen memperkuat integrasi antara tradisi akademik dan pembinaan Al-Qur’an kembali ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) dan Yayasan Markaz Qur’an Kepulauan Riau, Jumat (20/2/2026), di Kampus STAIN SAR Kepri, Jalan Lintas Barat Km 19 Ceruk Ijuk, Kelurahan Toapaya Asri, Kabupaten Bintan.

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Nur Ikhlas, M.A., selaku Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN SAR Kepri, dan Rizha Hafiz, S.Pd.I., M.Pd., selaku Ketua Pembina Yayasan Markaz Qur’an Kepulauan Riau.

Perjanjian ini disusun sebagai landasan formal kolaborasi kelembagaan yang bertujuan menghadirkan manfaat timbal balik dengan tetap memperhatikan kapasitas masing-masing institusi serta tidak mengganggu pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Secara substantif, kerja sama diarahkan pada peningkatan mutu penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ruang lingkup kolaborasi mencakup penyelenggaraan seminar dan workshop, keterlibatan dosen atau guru tamu, kolaborasi penelitian antarpendidik, fasilitasi pencarian data, serta pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat melakukan peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia melalui benchmarking, diskusi kelembagaan, dan pertukaran mahasiswa guna memperkuat tata kelola institusi.

Nur Ikhlas, M.A., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkaya pengembangan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir berbasis kolaborasi.

“Sinergi ini diharapkan mampu memperluas ruang aktualisasi akademik mahasiswa dan dosen, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dalam penguatan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa integrasi antara kajian tafsir akademik dan praktik pembinaan Qur’ani menjadi kebutuhan penting dalam membangun pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.


Sementara itu, Rizha Hafiz, S.Pd.I., M.Pd., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi keagamaan akan memperkuat sistem pembinaan Al-Qur’an yang lebih terstruktur dan berbasis riset.

“Kami melihat kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk mengembangkan program pembinaan Qur’ani yang lebih sistematis, sekaligus terhubung dengan penguatan kajian ilmiah di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN SAR Kepri menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan kajian Al-Qur’an yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan umat. Sinergi dengan Yayasan Markaz Qur’an Kepulauan Riau diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Islam yang integrative, mengharmonikan tradisi keilmuan, pembinaan Qur’ani, serta pengabdian yang berdampak bagi masyarakat Kepulauan Riau. (LF/Gby)