السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai wujud komitmen terhadap penguatan perencanaan pembangunan daerah, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut ambil bagian dalam Forum Perangkat Daerah penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 yang digelar pada Kamis (19/2/2026) di Aula Kantor Camat Toapaya.
Kegiatan
ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah kecamatan, perangkat
daerah, akademisi, dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan yang
partisipatif, berbasis kebutuhan riil, serta selaras dengan prioritas
pembangunan daerah.
Forum
tersebut dihadiri oleh Camat Toapaya, Ivan Golar Riady, S.Sos., Sekretaris
Camat Toapaya, Samsudaya, S.Sos., Sekretaris P3M STAIN SAR Kepri, Dwi Rio
Sudarroji, M.Psi., serta perwakilan masyarakat Kecamatan Toapaya.
Dalam
sambutannya, Camat Toapaya menekankan pentingnya sinergi multipihak dalam
menyusun dokumen perencanaan yang akuntabel dan responsif terhadap aspirasi
masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Forum Perangkat Daerah bukan sekadar agenda
administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan kebijakan
pembangunan memiliki legitimasi sosial dan relevansi substantif.
Sekretaris P3M STAIN SAR Kepri, Dwi Rio Sudarroji, M.Psi., menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam forum perencanaan daerah merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi akademik dalam proses pembangunan berbasis data dan analisis ilmiah.


“Partisipasi
akademisi dalam forum perencanaan daerah diharapkan dapat memperkuat kualitas
rekomendasi kebijakan, sehingga setiap program yang dirumuskan benar-benar
menjawab kebutuhan masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam
forum tersebut, sejumlah usulan prioritas pembangunan disampaikan, di antaranya
pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan sebagai akses vital mobilitas
dan distribusi ekonomi masyarakat. Selain itu, forum juga membahas sejumlah
permasalahan aktual di Kecamatan Toapaya, termasuk dinamika keberadaan
investasi peternakan ayam yang berdampingan dengan permukiman warga.
Isu
tersebut menjadi perhatian bersama, mengingat pentingnya menjaga keseimbangan
antara pertumbuhan investasi dan kenyamanan serta kesehatan masyarakat sekitar.
Forum mendorong adanya komunikasi konstruktif dan solusi kolaboratif agar
pembangunan ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek sosial dan
lingkungan.
Melalui
keikutsertaan dalam forum ini, P3M STAIN SAR Kepri menegaskan komitmennya untuk
terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam proses perencanaan
pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kemaslahatan
bersama. (LF/Defa)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN