السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan kultum perdana Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Menyambut Bulan Suci Ramadan” di Masjid Kampus STAIN SAR Kepri, Kamis (19/2/2026).
Kultum
ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan Ramadan di lingkungan kampus sekaligus
momentum refleksi spiritual bagi civitas academica dalam menyiapkan diri
menyambut bulan suci sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan
kepribadian yang lebih baik.
Dalam
tausyiahnya, Ketua STAIN SAR Kepri menegaskan bahwa Ramadan merupakan ruang
strategis untuk membangun karakter melalui komitmen pada nilai-nilai kebaikan,
meskipun dimulai dari hal sederhana namun berdampak besar dalam kehidupan.
“Untuk
membangun sebuah karakter, cukup satu nilai kebaikan saja, tetapi dampaknya
dalam hidup kita sangat besar,” ungkap Dr. Faisal.
Ia menjelaskan bahwa karakter yang kuat berawal dari niat yang tulus, karena niat merupakan bentuk komitmen yang akan menentukan arah perubahan perilaku seseorang. Menurutnya, Ramadan menghadirkan perubahan nyata dalam pola hidup umat Islam, mulai dari kebiasaan sahur, menahan diri dari makan dan minum, hingga memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah dan kebersamaan dalam ibadah.

Lebih
lanjut, Dr. Faisal mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai
kesempatan membersihkan hati dan menghilangkan prasangka buruk terhadap orang
lain, karena pikiran negatif dapat mengganggu ketenangan dan kebahagiaan hidup.
“Mari
kita ikhlaskan hati, buka pikiran kita, dan hilangkan semua prasangka buruk
terhadap sesama. Ramadan adalah waktu terbaik untuk menjadi pribadi yang lebih
positif,” pesannya.
Ia
juga menekankan bahwa kebaikan seseorang akan memberi dampak luas, tidak hanya
bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat. Ramadan,
menurutnya, harus menjadi titik awal perubahan karakter menuju kehidupan yang
lebih bahagia di dunia maupun di akhirat.
Dalam
penutup kultumnya, Ketua STAIN SAR Kepri berharap masjid kampus semakin
dihidupkan dengan berbagai kegiatan ibadah, seperti salat tarawih berjamaah,
sedekah, serta penguatan ukhuwah antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat
sekitar.
Kultum
perdana ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan,
tetapi momentum pendidikan spiritual untuk membangun pribadi yang
berintegritas, berakhlak mulia, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan dalam
kehidupan sehari-hari. (LF/Makrup)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN