السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Awali Ramadan 1447 H, Ketua STAIN SAR Kepri Tekankan Pembentukan Karakter dan Pikiran Positif

  • 19 Februari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 185
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan kultum perdana Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Menyambut Bulan Suci Ramadan” di Masjid Kampus STAIN SAR Kepri, Kamis (19/2/2026).

Kultum ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan Ramadan di lingkungan kampus sekaligus momentum refleksi spiritual bagi civitas academica dalam menyiapkan diri menyambut bulan suci sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan kepribadian yang lebih baik.

Dalam tausyiahnya, Ketua STAIN SAR Kepri menegaskan bahwa Ramadan merupakan ruang strategis untuk membangun karakter melalui komitmen pada nilai-nilai kebaikan, meskipun dimulai dari hal sederhana namun berdampak besar dalam kehidupan.

“Untuk membangun sebuah karakter, cukup satu nilai kebaikan saja, tetapi dampaknya dalam hidup kita sangat besar,” ungkap Dr. Faisal.

Ia menjelaskan bahwa karakter yang kuat berawal dari niat yang tulus, karena niat merupakan bentuk komitmen yang akan menentukan arah perubahan perilaku seseorang. Menurutnya, Ramadan menghadirkan perubahan nyata dalam pola hidup umat Islam, mulai dari kebiasaan sahur, menahan diri dari makan dan minum, hingga memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah dan kebersamaan dalam ibadah.


Lebih lanjut, Dr. Faisal mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai kesempatan membersihkan hati dan menghilangkan prasangka buruk terhadap orang lain, karena pikiran negatif dapat mengganggu ketenangan dan kebahagiaan hidup.

“Mari kita ikhlaskan hati, buka pikiran kita, dan hilangkan semua prasangka buruk terhadap sesama. Ramadan adalah waktu terbaik untuk menjadi pribadi yang lebih positif,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa kebaikan seseorang akan memberi dampak luas, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat. Ramadan, menurutnya, harus menjadi titik awal perubahan karakter menuju kehidupan yang lebih bahagia di dunia maupun di akhirat.

Dalam penutup kultumnya, Ketua STAIN SAR Kepri berharap masjid kampus semakin dihidupkan dengan berbagai kegiatan ibadah, seperti salat tarawih berjamaah, sedekah, serta penguatan ukhuwah antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar.

Kultum perdana ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum pendidikan spiritual untuk membangun pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (LF/Makrup)