السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

P3M STAIN SAR Kepri Perkuat Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Branding Wilayah melalui Kekayaan Intelektual

  • 10 Februari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 161
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung penguatan inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan penguatan branding wilayah yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Hukum Kepulauan Riau, Selasa (10/2/2026), di Hotel CK Tanjungpinang.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh para pengelola hak cipta dan paten dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Tanjungpinang dan Bintan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antar institusi dalam pengembangan inovasi berbasis riset.

STAIN SAR Kepri dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris P3M, Dri Rio Sudarroji, M.Psi, bersama tim P3M. Kehadiran ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam mendorong penguatan inovasi akademik yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan citra dan daya saing daerah melalui perlindungan kekayaan intelektual.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Prof. Dr. Lily Viruly, S.T.P., M.Si, Guru Besar Bidang Peptida dan Biota Laut Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), serta Agung Rektono Seto, S.E., M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Lily Viruly, S.T.P., M.Si. menekankan pentingnya pemenuhan dokumen serta substansi ilmiah yang kuat dalam proses pengajuan paten di perguruan tinggi. Ia juga menjelaskan sejumlah kiat strategis agar inovasi kampus dapat memenuhi standar paten terkini hingga tahap penerbitannya.

“Paten bukan hanya soal ide, tetapi juga tentang kelengkapan dokumen, kebaruan invensi, dan kekuatan kajian ilmiah yang mendukungnya,” tegas Prof. Lily.


Sementara itu, Agung Rektono Seto menguraikan teknik penyusunan spesifikasi paten secara sistematis, serta langkah demi langkah prosedur pengajuan paten yang kini semakin terintegrasi melalui layanan Patent One Stop Service bagi perguruan tinggi.

Selain membahas prosedur paten, forum ini juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam merumuskan strategi branding Kota Tanjungpinang melalui keunggulan komparatif daerah, seperti kekayaan budaya, sejarah, dan potensi bahari. Optimalisasi layanan One Stop Service (OSS) juga dipandang penting untuk mengintegrasikan promosi investasi berbasis riset perguruan tinggi.

Kegiatan ini turut menegaskan urgensi sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi serta penguatan citra wilayah melalui digitalisasi promosi yang terintegrasi.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, STAIN SAR Kepri diharapkan semakin mampu mengambil peran dalam menghasilkan inovasi-inovasi baru yang dapat dipatenkan, sekaligus memperkuat branding kelembagaan kampus melalui produk invensi yang bernilai strategis.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau untuk terus mendorong penguatan budaya riset dan hilirisasi inovasi sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan kekayaan intelektual. (LF/DHL)