السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Perkuat Tri Dharma dan Inovasi Daerah, STAIN SAR Kepri Sambut Audiensi BRIDA dalam Sinergi Riset Pembangunan Kepulauan

  • 11 Februari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 202
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya mendukung penguatan riset dan inovasi daerah berbasis kebutuhan masyarakat kepulauan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) menerima audiensi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu (11/2/2026), bertempat di Ruang Rapat Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh dosen dari seluruh program studi di lingkungan STAIN SAR Kepri. Sementara dari pihak BRIDA hadir Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Barenlitbang Provinsi Kepulauan Riau, Hendrija, S.T., M.Si, beserta jajaran.

Kepala P3M STAIN SAR Kepri, Sella Kurnia Sari, M.Sc, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi kelembagaan yang telah dibangun sebelumnya bersama Barenlitbang Kepri, khususnya terkait penguatan tema-tema penelitian dosen yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi ruang penting untuk memperluas kolaborasi riset yang aplikatif serta berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Hendrija menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang telah ditandatangani pada 8 Mei 2025. Kolaborasi ini juga mengacu pada regulasi nasional, termasuk UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan BRIN No. 5 Tahun 2023 mengenai tata kelola riset dan inovasi daerah.

BRIDA Kepri memandang STAIN Sultan Abdurrahman sebagai mitra strategis, terutama dalam memperkuat riset sosial-keagamaan yang kontekstual dengan karakteristik wilayah kepulauan.

“Kolaborasi riset adalah jembatan antara ilmu, nilai, dan kebijakan untuk kemaslahatan daerah,” tegas Hendrija dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, BRIDA mengajak STAIN SAR Kepri menjadikan Kepulauan Riau sebagai living laboratory atau laboratorium hidup bagi kajian tata kelola pemerintahan, sosial-keagamaan, serta ekonomi masyarakat maritim. Pemerintah Provinsi Kepri juga berkomitmen mendukung penelitian dosen dengan menyediakan data, akses lokasi riset, serta koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Sebagai langkah konkret, pertemuan ini juga membahas rencana penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Barenlitbang Kepri dan P3M STAIN SAR Kepri. Hasil-hasil riset nantinya akan didiseminasikan melalui berbagai wadah publikasi, salah satunya Jurnal Archipelago, jurnal multidisiplin milik BRIDA Kepri yang berfokus pada tema pembangunan daerah kepulauan.

Selain penguatan kolaborasi akademik, BRIDA Kepri turut memaparkan program strategis lainnya, seperti penguatan ekosistem inovasi daerah melalui Indeks Inovasi Daerah, pengelolaan Satu Data Indonesia tingkat provinsi, serta pengukuran Indeks Daya Saing Daerah dan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah.

Melalui audiensi ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau meneguhkan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan riset yang relevan, berbasis nilai, serta berdampak bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau. (LF)