السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dewan Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) Tahun 2026 menegaskan arah baru kepemimpinan organisasi mahasiswa yang inklusif dan kolaboratif melalui kegiatan Sembang Komunitas bertema “DEMA 2026 STAIN SAR Kepri: Wajah Baru, Semangat Kolaborasi” yang disiarkan langsung dari RRI Tanjungpinang Pro 4, Senin (2/2/2026).
Kegiatan
ini menghadirkan Ketua Umum DEMA 2026, Oky Mustofa, dan Wakil Ketua Umum,
Maysita Anggraini, dengan dipandu oleh host Syahruddin. Dialog interaktif
tersebut menjadi ruang publik bagi pengurus DEMA untuk menyampaikan visi,
semangat kepemimpinan, serta komitmen organisasi dalam membangun sinergi
mahasiswa di lingkungan kampus maupun dengan mitra eksternal.
Dalam
pemaparannya, Ketua Umum DEMA 2026 STAIN SAR Kepri, Oky Mustofa, menegaskan
bahwa kepengurusan DEMA tahun 2026 hadir membawa semangat keterbukaan dan
transparansi sebagai fondasi utama gerakan mahasiswa.
“DEMA
2026 kami rancang sebagai rumah bersama. Wajah baru yang kami tawarkan adalah
transparansi dan keterbukaan. Kami tidak ingin lagi berjalan sendiri-sendiri,
melainkan menggandeng seluruh elemen mahasiswa untuk bersinergi demi perubahan
yang nyata,” ujar Oky.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum DEMA 2026, Maysita Anggraini, menekankan bahwa kolaborasi merupakan kunci strategis dalam menggerakkan roda organisasi mahasiswa ke depan. Menurutnya, tantangan mahasiswa yang semakin kompleks menuntut kerja bersama lintas elemen.


“Fokus
kami adalah menjadi jembatan. Setiap aspirasi mahasiswa harus berujung pada
aksi kolaboratif. Dengan semangat wajah baru ini, kami optimis DEMA mampu
menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem kampus yang lebih produktif,”
ungkap Maysita.
Ia
menambahkan bahwa kolaborasi tidak hanya dibangun di internal kampus, tetapi
juga diperluas melalui jejaring dengan komunitas luar, media, serta mitra
strategis lainnya, termasuk lembaga penyiaran publik seperti RRI.
Menanggapi
visi tersebut, Oky Mustofa kembali menegaskan bahwa konsep wajah baru
DEMA 2026 bukan sekadar pergantian struktur kepengurusan, melainkan
transformasi pola kerja organisasi yang lebih inklusif dan adaptif.
“Tantangan
mahasiswa di tahun 2026 semakin kompleks. Karena itu, ego sektoral
antarorganisasi mahasiswa harus ditinggalkan. DEMA harus menjadi ruang
kolaborasi, bukan kompetisi,” tegasnya.
Melalui
kegiatan Sembang Komunitas ini, DEMA 2026 STAIN SAR Kepri diharapkan
mampu membangun kepercayaan publik mahasiswa serta menghadirkan kepemimpinan
organisasi yang terbuka, responsif, dan solutif. Kepengurusan baru juga
diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarorganisasi mahasiswa (Ormawa) guna
melahirkan program kerja yang berdampak nyata bagi pengembangan mahasiswa dan
institusi. (LF/Dina)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN