السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Melalui Sembang Komunitas RRI, DEMA STAIN SAR Kepri Gaungkan Wajah Baru Kepemimpinan Kolaboratif Transparan

  • 02 Februari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 134
Kegiatan Mahasiswa

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dewan Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) Tahun 2026 menegaskan arah baru kepemimpinan organisasi mahasiswa yang inklusif dan kolaboratif melalui kegiatan Sembang Komunitas bertema “DEMA 2026 STAIN SAR Kepri: Wajah Baru, Semangat Kolaborasi” yang disiarkan langsung dari RRI Tanjungpinang Pro 4, Senin (2/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum DEMA 2026, Oky Mustofa, dan Wakil Ketua Umum, Maysita Anggraini, dengan dipandu oleh host Syahruddin. Dialog interaktif tersebut menjadi ruang publik bagi pengurus DEMA untuk menyampaikan visi, semangat kepemimpinan, serta komitmen organisasi dalam membangun sinergi mahasiswa di lingkungan kampus maupun dengan mitra eksternal.

Dalam pemaparannya, Ketua Umum DEMA 2026 STAIN SAR Kepri, Oky Mustofa, menegaskan bahwa kepengurusan DEMA tahun 2026 hadir membawa semangat keterbukaan dan transparansi sebagai fondasi utama gerakan mahasiswa.

“DEMA 2026 kami rancang sebagai rumah bersama. Wajah baru yang kami tawarkan adalah transparansi dan keterbukaan. Kami tidak ingin lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan menggandeng seluruh elemen mahasiswa untuk bersinergi demi perubahan yang nyata,” ujar Oky.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum DEMA 2026, Maysita Anggraini, menekankan bahwa kolaborasi merupakan kunci strategis dalam menggerakkan roda organisasi mahasiswa ke depan. Menurutnya, tantangan mahasiswa yang semakin kompleks menuntut kerja bersama lintas elemen.


“Fokus kami adalah menjadi jembatan. Setiap aspirasi mahasiswa harus berujung pada aksi kolaboratif. Dengan semangat wajah baru ini, kami optimis DEMA mampu menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem kampus yang lebih produktif,” ungkap Maysita.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi tidak hanya dibangun di internal kampus, tetapi juga diperluas melalui jejaring dengan komunitas luar, media, serta mitra strategis lainnya, termasuk lembaga penyiaran publik seperti RRI.

Menanggapi visi tersebut, Oky Mustofa kembali menegaskan bahwa konsep wajah baru DEMA 2026 bukan sekadar pergantian struktur kepengurusan, melainkan transformasi pola kerja organisasi yang lebih inklusif dan adaptif.

“Tantangan mahasiswa di tahun 2026 semakin kompleks. Karena itu, ego sektoral antarorganisasi mahasiswa harus ditinggalkan. DEMA harus menjadi ruang kolaborasi, bukan kompetisi,” tegasnya.

Melalui kegiatan Sembang Komunitas ini, DEMA 2026 STAIN SAR Kepri diharapkan mampu membangun kepercayaan publik mahasiswa serta menghadirkan kepemimpinan organisasi yang terbuka, responsif, dan solutif. Kepengurusan baru juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarorganisasi mahasiswa (Ormawa) guna melahirkan program kerja yang berdampak nyata bagi pengembangan mahasiswa dan institusi. (LF/Dina)