السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Momentum Penguatan Kepemimpinan dan Daya Kritis Mahasiswa, STAIN SAR Kepri Gelar Pelantikan Akbar Ormawa 2026

  • 28 Januari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 192
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) menggelar Pelantikan Akbar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan kelembagaan kemahasiswaan dan pembinaan kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Razali Jaya STAIN SAR Kepri, Rabu, (28/1/2026).

Pelantikan akbar ini melibatkan seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan STAIN SAR Kepri, meliputi Dewan Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), serta organisasi internal kampus lainnya. Prosesi pelantikan berlangsung secara khidmat sebagai bentuk legitimasi struktural sekaligus penanda dimulainya masa kepengurusan Ormawa Tahun 2026.

Rangkaian kegiatan pelantikan diawali dengan dialog terbuka bertema “Pemanfaatan Potensi Kemaritiman dan Daerah untuk Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi”. Dialog ini menghadirkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bintan, Suprapto, S.T., serta Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, S.E., M.M., sebagai narasumber.

Dialog terbuka tersebut menjadi ruang akademik dan partisipatif bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan pemangku kebijakan terkait arah pembangunan daerah berbasis optimalisasi potensi kemaritiman. Para narasumber menyoroti posisi strategis Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan yang didominasi perairan serta berada di jalur perdagangan internasional, yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya pada puncak pelantikan, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan pentingnya etika demokrasi, perencanaan program yang terukur, serta penguatan peran strategis organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pendidikan kepemimpinan di perguruan tinggi.


Ia menyampaikan bahwa dinamika demokrasi mahasiswa merupakan hal yang wajar dan konstruktif, namun harus tetap dijalankan dalam koridor etika, moral, serta tata aturan kelembagaan.

“Perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah bagian dari pembelajaran. Namun setiap proses dan keputusan harus dijaga dalam bingkai etika, aturan, dan tanggung jawab moral,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Muhammad Faisal menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas nonakademik, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, keterampilan manajerial, serta kepekaan mahasiswa terhadap dinamika pembangunan bangsa dan daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa kepengurusan Ormawa Tahun 2026 berada pada fase penting seiring dengan dinamika kelembagaan kampus ke depan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu bersikap adaptif, progresif, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan keislaman dalam setiap aktivitas organisasi.


Selain mendorong penyusunan program kerja yang terencana dan berdampak nyata, Ketua STAIN SAR Kepri juga mengingatkan pentingnya optimalisasi pemanfaatan fasilitas kampus, termasuk masjid, laboratorium, dan ruang kegiatan mahasiswa. Menjelang bulan suci Ramadan, ia mengajak Ormawa berperan aktif dalam menghidupkan suasana religius di lingkungan kampus melalui kegiatan keislaman yang terstruktur.

Dalam aspek kelembagaan, Dr. Faisal menegaskan bahwa dukungan pendanaan dari kampus bersifat stimulus, sehingga organisasi mahasiswa dituntut untuk mandiri, kreatif, dan mampu membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus Ormawa untuk turut berperan aktif dalam mendukung sosialisasi penerimaan mahasiswa baru sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan dan kemajuan institusi.

Pelantikan Akbar Ormawa Tahun 2026 ini menjadi momentum strategis bagi STAIN SAR Kepri dalam memperkuat kepemimpinan mahasiswa yang beretika, berdaya analitis, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi pengembangan kampus serta pembangunan daerah. (LF/Gby)