السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN SAR Kepri Jajaki Kerja Sama Internasional melalui Sosialisasi Program S2 S3 Universiti Sains Islam Malaysia

  • 28 Januari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 201
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menjajaki penguatan kerja sama akademik internasional melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan daring melalui Zoom Meeting yang berlangsung pada Rabu (28/1/2026), dengan agenda utama salam perkenalan kelembagaan, sosialisasi program studi jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3) USIM, serta pembahasan peluang kolaborasi akademik dan pengembangan sumber daya manusia.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN SAR Kepri, Sella Kurnia Sari, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi peningkatan kapasitas dosen dan civitas academica STAIN SAR Kepri melalui pendidikan lanjut, riset kolaboratif, serta penguatan jejaring akademik internasional.


Dari pihak USIM, pertemuan ini dihadiri oleh Profesor Madya Dr. Mohd Azmir Mohd Nizah selaku Timbalan Pengarah II, En. Mohd Akashah Abd Rashid selaku Timbalan Pendaftar, serta Dr. Aulia Naufal sebagai perwakilan Fakultas Pengajian Quran dan Sunnah (FPQS). Tim USIM juga menjelaskan peran USIM Professional and Continuing Education (USIM PACE) dalam pengelolaan administrasi akademik, perencanaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, serta pengaturan kebijakan pengkomersialan program akademik.

Dalam pemaparannya, pihak USIM menjelaskan mekanisme pendaftaran mahasiswa pascasarjana yang dilakukan secara daring, mulai dari pengajuan berkas, penerbitan offer letter, hingga pengurusan visa pelajar. USIM juga memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan perkuliahan, khususnya pada semester pertama, melalui sistem hybrid dan open distance learning (ODL), sehingga memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan aktivitas profesional di negara asal.


Selain itu, USIM menegaskan bahwa penulisan tesis dan disertasi dapat menggunakan Bahasa Melayu, Bahasa Inggris, atau Bahasa Arab. Persyaratan kemampuan bahasa seperti TOEFL, IELTS, atau Bahasa Arab dapat dipenuhi secara bertahap, dengan sejumlah kebijakan keringanan yang masih berlaku. Program pascasarjana USIM juga menekankan luaran akademik berupa publikasi jurnal dan partisipasi aktif sebagai pemakalah dalam konferensi internasional sebagai syarat kelulusan.

Terkait rencana kerja sama kelembagaan, pihak USIM menyampaikan kesiapan untuk menyusun draf MoU dan MoA yang mencakup ruang lingkup kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk kemungkinan skema khusus dan insentif bagi dosen STAIN SAR Kepri yang melanjutkan studi secara berkelompok. Draf kerja sama tersebut akan dibahas lebih lanjut secara daring sebelum penandatanganan resmi.

Melalui penjajakan ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan mutu sumber daya manusia, serta mendorong internasionalisasi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri secara terencana dan berkelanjutan. (LF)