السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Pulau Penyengat, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Wakil Ketua II Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Almahfuz, M.Si., menegaskan pentingnya integrasi nilai keilmuan, keislaman, dan budaya Melayu dalam kehidupan akademik melalui peringatan Haul Mubarak Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II yang digelar di Masjid Raya Pulau Penyengat.
Mewakili
Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. Almahfuz menyampaikan bahwa pelaksanaan haul bukan
sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari refleksi akademik dan
spiritual kampus dalam meneladani kepemimpinan Sultan Abdurrahman Muazzamsyah
II sebagai figur pemimpin visioner yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan,
nilai agama, serta kebijaksanaan dalam memimpin masyarakat.
“Penamaan
STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau merupakan bentuk penghormatan akademik
terhadap sosok Sultan sebagai simbol integrasi antara keilmuan, keislaman, dan
kearifan lokal. Nilai-nilai inilah yang terus kami tanamkan dalam pengembangan
tridarma perguruan tinggi,” ujar Dr. Almahfuz dalam sambutannya.
Ia
menambahkan bahwa kegiatan haul sejalan dengan visi kelembagaan STAIN SAR Kepri
yang berkomitmen membangun karakter civitas academica agar tidak hanya unggul
secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial, serta berakar
pada identitas budaya Melayu-Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Almahfuz juga menyampaikan harapan agar STAIN SAR Kepri yang tengah bersiap bertransformasi menjadi institut dapat semakin memperluas perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan keislaman yang responsif terhadap konteks lokal dan tantangan global.


“Transformasi
kelembagaan ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi STAIN SAR Kepri dalam
mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berperadaban, sebagaimana
nilai-nilai yang diwariskan oleh Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II,” tambahnya.
Haul
Mubarak Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II turut dihadiri unsur pimpinan STAIN
SAR Kepri, dosen dan tenaga kependidikan, tokoh adat, alim ulama, serta zuriat
Sultan dari berbagai wilayah, seperti Singapura, Johor, Terengganu, dan Pahang.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan Syair
Teraju sebagai penguatan identitas sastra Melayu, serta sambutan dari Ketua
Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga.
Kegiatan
ini ditutup dengan mauizatul hasanah dan pembacaan tahlil serta doa
sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II
dan para tokoh Kesultanan Riau Lingga.
Melalui
momentum haul ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menegaskan
peran strategisnya sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang
tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga berkomitmen
menjaga dan melestarikan warisan sejarah, budaya, serta spiritualitas Melayu
secara berkelanjutan. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN