السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan komitmen perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mendukung penguatan demokrasi partisipatif dan literasi kepemiluan melalui kolaborasi strategis dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau.
Penegasan
tersebut disampaikan Ketua STAIN SAR Kepri dalam kegiatan podcast
bersama Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Ruang Ketua STAIN
SAR Kepri, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja
sama kelembagaan antara STAIN SAR Kepri dan Bawaslu Kepri, khususnya dalam
bidang pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif pemilu, serta penguatan
peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Dalam
wawancara tersebut, Dr. Muhammad Faisal memaparkan perjalanan historis dan
transformasi kelembagaan STAIN SAR Kepri sejak awal pendiriannya hingga menjadi
perguruan tinggi negeri. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat
pendidikan formal, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam
membangun kesadaran politik yang beretika dan beradab di tengah masyarakat.
“Kampus tidak boleh berhenti pada fungsi akademik semata. STAIN SAR Kepri harus hadir sebagai ruang edukasi publik yang mampu membangun kesadaran demokrasi, khususnya melalui pendekatan yang kreatif, kontekstual, dan dekat dengan generasi muda,” ujarnya.


Ia
menambahkan bahwa kerja sama dengan Bawaslu Kepri membuka ruang luas bagi
keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam berbagai program edukatif, seperti
kajian kepemiluan, penguatan literasi demokrasi berbasis digital, hingga
pengembangan konten kreatif yang memuat nilai-nilai pengawasan pemilu secara
partisipatif.
Lebih
lanjut, Dr. Muhammad Faisal menekankan pentingnya inovasi pendekatan pendidikan
politik agar tidak terjebak dalam pola formalistik yang justru menjauhkan
masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, pemanfaatan seni, budaya,
teater, media digital, hingga konten kreatif berbasis kearifan lokal dapat
menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi secara edukatif
dan inklusif.
Dalam
konteks demokrasi lokal dan nasional, Ketua STAIN SAR Kepri juga menyoroti
pentingnya penguatan aspek kesejahteraan dan pendidikan masyarakat sebagai
fondasi utama terciptanya partisipasi politik yang sehat. Ia menilai bahwa
peningkatan kualitas pendidikan dan kesadaran kritis masyarakat merupakan kunci
untuk meminimalkan praktik-praktik demokrasi yang menyimpang.
Podcast ini diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif antara dunia akademik dan lembaga pengawas pemilu, sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN