السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Podcast Bersama Bawaslu Kepri, Ketua STAIN SAR Kepri Tegaskan Peran Kampus dalam Penguatan Demokrasi Partisipatif

  • 19 Januari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 153
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan komitmen perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mendukung penguatan demokrasi partisipatif dan literasi kepemiluan melalui kolaborasi strategis dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua STAIN SAR Kepri dalam kegiatan podcast bersama Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Ruang Ketua STAIN SAR Kepri, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan antara STAIN SAR Kepri dan Bawaslu Kepri, khususnya dalam bidang pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif pemilu, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Dalam wawancara tersebut, Dr. Muhammad Faisal memaparkan perjalanan historis dan transformasi kelembagaan STAIN SAR Kepri sejak awal pendiriannya hingga menjadi perguruan tinggi negeri. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan formal, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam membangun kesadaran politik yang beretika dan beradab di tengah masyarakat.

“Kampus tidak boleh berhenti pada fungsi akademik semata. STAIN SAR Kepri harus hadir sebagai ruang edukasi publik yang mampu membangun kesadaran demokrasi, khususnya melalui pendekatan yang kreatif, kontekstual, dan dekat dengan generasi muda,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Bawaslu Kepri membuka ruang luas bagi keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam berbagai program edukatif, seperti kajian kepemiluan, penguatan literasi demokrasi berbasis digital, hingga pengembangan konten kreatif yang memuat nilai-nilai pengawasan pemilu secara partisipatif.

Lebih lanjut, Dr. Muhammad Faisal menekankan pentingnya inovasi pendekatan pendidikan politik agar tidak terjebak dalam pola formalistik yang justru menjauhkan masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, pemanfaatan seni, budaya, teater, media digital, hingga konten kreatif berbasis kearifan lokal dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi secara edukatif dan inklusif.

Dalam konteks demokrasi lokal dan nasional, Ketua STAIN SAR Kepri juga menyoroti pentingnya penguatan aspek kesejahteraan dan pendidikan masyarakat sebagai fondasi utama terciptanya partisipasi politik yang sehat. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesadaran kritis masyarakat merupakan kunci untuk meminimalkan praktik-praktik demokrasi yang menyimpang.

Podcast ini diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif antara dunia akademik dan lembaga pengawas pemilu, sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. (LF/Gby)