السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Tahun 2025 yang mencapai angka 77,89 tertinggi sejak survei dilakukan pada 2015 mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk perguruan tinggi keagamaan negeri. Salah satunya disampaikan oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (Kepri), Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag.
Apresiasi tersebut sejalan dengan refleksi yang mengemuka dalam Pidato Kebudayaan Menteri Agama Republik Indonesia bertajuk “Refleksi Akhir Tahun: Towards a Loving Future Ummah” yang digelar di Millennium Hotel Jakarta, Selasa (22/12/2025). Forum nasional tersebut dihadiri oleh para pimpinan perguruan tinggi keagamaan, tokoh agama, dan pemangku kebijakan, termasuk Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Kasful Anwar, bersama Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Pahmi SY, M.Si.
Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menilai capaian IKUB 2025 merupakan indikator penting keberhasilan bangsa Indonesia dalam merawat harmoni sosial di tengah keberagaman agama, budaya, dan etnis.
“Capaian IKUB 2025 ini bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan dari kerja kolektif seluruh elemen bangsa dalam menjaga kerukunan. Perguruan tinggi keagamaan, termasuk STAIN Kepri, memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan nilai-nilai moderasi beragama terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar Dr. Faisal.
Menurutnya, kampus keagamaan harus menjadi ruang subur bagi internalisasi nilai toleransi, cinta kasih, dan kebersamaan melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan pesan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang menegaskan bahwa agama harus hadir sebagai kompas moral di tengah disrupsi sosial, teknologi, dan budaya.

“Pesan Menteri Agama sangat relevan dengan visi STAIN Kepri. Pendidikan Islam yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat harus terus diperkuat agar lulusan perguruan tinggi mampu menjadi agen perdamaian dan perekat sosial di tengah masyarakat majemuk,” tambahnya.
Dr. Faisal juga menegaskan komitmen STAIN Kepri untuk mendukung kebijakan Kementerian Agama yang berbasis data dan berdampak nyata, termasuk penguatan moderasi beragama dan kesalehan sosial.
“Nilai kerukunan tidak boleh berhenti pada wacana akademik. Ia harus terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Inilah peran moral perguruan tinggi keagamaan dalam membangun masa depan umat yang berkeadaban dan penuh kasih,” tegasnya.
Partisipasi aktif perguruan tinggi keagamaan dalam forum nasional Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 tersebut menjadi penegasan bahwa kampus-kampus keagamaan, termasuk STAIN Kepri, merupakan bagian penting dalam merawat persatuan bangsa, memperkuat moderasi beragama, serta membangun masa depan Indonesia yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. (Gby/LF)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN