السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN SAR Kepri Toreh Kiprah Ilmiah, Kaprodi IAT Aktif dalam Annual Meeting & International Conference AIAT se-Indonesia 2025

  • 01 Desember 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 140
Berita Utama

Cirebon, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menunjukkan komitmen akademiknya melalui kehadiran Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Dr. Muhammad Lazim, Lc., M.A., dalam The 8th Annual Meeting and International Conference Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia Tahun 2025. Kegiatan bergengsi ini berlangsung selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin, 28–30 November hingga 1 Desember 2025, bertempat di kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Acara tersebut dihadiri para tokoh nasional dan internasional, di antaranya Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. (Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI sekaligus Presiden AIAT), Faried F. Saenong, M.A., Ph.D. (Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, mewakili Menteri Agama), Prof. Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, M.A., Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., serta pakar internasional seperti Dr. Khairudin Aljunied (National University of Singapore) dan Haziah Hussin, Ph.D. (Universiti Kebangsaan Malaysia). Turut hadir pula para ketua Prodi IAT PTKI se-Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan konferensi internasional oleh Dirjen Pendis Kemenag RI, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan Presiden AIAT. Selanjutnya, sesi Plenary 1 mengangkat tema Entangled Traditions: Persian–Malay–Indonesian Encounters in Qur’anic Interpretation dengan menghadirkan pakar dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang. Kegiatan dilanjutkan dengan panel paper presentation yang mencakup beragam topik strategis, seperti tafsir era digital, sejarah warisan intelektual tafsir Asia Tenggara, literasi keagamaan, identitas sosial, manuskrip Al-Qur’an, serta relasi Al-Qur’an dengan media digital dan literatur populer.


Forum kemudian berlanjut pada Sidang Komisi I Anggota AIAT, yang membahas reviu mata kuliah wajib AIAT se-Indonesia, standardisasi kurikulum Prodi IAT jenjang S-1, S-2, dan S-3, serta peninjauan capaian pembelajaran (CPL) Prodi IAT. Sementara itu, Plenary 2 mengusung tema Southeast Asian Voices in Tafsir: Gender, Public Literacy, and Modern Quranic Ethics dengan menghadirkan pembicara dari UIN SSC, NUS Singapura, dan Penerbit Lentera Hati.

Kaprodi IAT STAIN SAR Kepri, Dr. Muhammad Lazim, Lc., M.A., menegaskan bahwa keikutsertaan dalam agenda nasional-internasional tersebut menjadi sarana penting dalam meningkatkan mutu akademik Prodi IAT. Ia menilai kegiatan ini membuka ruang dialog ilmiah yang konstruktif, memperkuat jejaring keilmuan, serta memperkaya perspektif pengembangan kurikulum berbasis kekinian.


"Partisipasi dalam forum AIAT memberikan manfaat strategis bagi penguatan mutu akademik di STAIN SAR Kepri, terutama dalam adaptasi kurikulum dan penguatan tradisi ilmiah berbasis riset," ujar Dr. Lazim.

Partisipasi aktif Kaprodi IAT STAIN SAR Kepri dalam forum ilmiah berskala nasional dan internasional ini menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam memperkuat kapasitas akademik, memperluas jejaring keilmuan, serta mendorong inovasi dalam pengembangan studi Al-Qur’an dan Tafsir di Indonesia.

Keterlibatan tersebut tidak hanya memberikan nilai strategis bagi kemajuan Prodi IAT, tetapi juga menegaskan peran STAIN SAR Kepri sebagai bagian penting dalam ekosistem keilmuan PTKI yang terus berupaya berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan, dan kemajuan masyarakat. (LF/MLK)