السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa S2 MPI STAIN Kepri, Yoan, Turut Mengharumkan Daerah Lewat Inovasi Aplikasi Pantun Berbasis AI

  • 06 Desember 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 117
Berita Utama

Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — STAIN Kepri kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui salah satu mahasiswa Program Magister (S2) Manajemen Pendidikan Islam, Yoan S. Nugraha, yang berperan aktif dalam pengembangan aplikasi pantun berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Pantunesia. Aplikasi ini dijadwalkan diluncurkan pada (06/12), bertepatan dengan Hari Pantun Nusantara.

Yoan yang juga bertindak sebagai ketua tim sekaligus penggagas aplikasi Pantunesia, bersama sejumlah anggota tim dari berbagai bidang keahlian, berhasil membawa Pantunesia meraih Juara 3 kategori profesional dalam kompetisi nasional Budaya-Go yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan RI. Prestasi ini sekaligus menempatkan Pantunesia sebagai satu-satunya tim dari Kepulauan Riau yang lolos hingga babak final, menyisihkan lebih dari 600 tim dengan total hampir 4.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan tim Pantunesia mendapat perhatian Wakil Menteri Kebudayaan Indonesia, Giring Ganesha, yang menyampaikan dukungannya kepada Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, terkait rencana peluncuran aplikasi tersebut. Giring menilai Pantunesia memiliki nilai strategis karena dapat meningkatkan kemampuan berpantun terutama di kalangan pejabat publik yang kini kerap menyampaikan pantun dalam acara formal.

“Semua pejabat sekarang sudah mulai sering berpantun. Aplikasi Pantunesia diharapkan bisa menjadi nilai tambah dalam kualitas pantun yang disampaikan,” ujar Giring.

Bagi Yoan, keterlibatannya dalam pengembangan Pantunesia merupakan kontribusi nyata untuk pelestarian budaya Melayu sekaligus bukti bahwa mahasiswa STAIN Kepri mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi teknologi.

“Sebagai mahasiswa dan anak daerah, saya ingin menunjukkan bahwa budaya dan teknologi bukan hal yang bertentangan. Pantunesia kami hadirkan untuk menjembatani keduanya,” ungkap Yoan.

Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih Yoan dan timnya. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa STAIN Kepri mampu berkompetisi dan berinovasi dalam skala nasional.

“Kami sangat bangga dengan prestasi yang dicapai saudara Yoan. Inovasi Pantunesia menunjukkan bahwa mahasiswa STAIN Kepri tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu melahirkan gagasan kreatif yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. Ini adalah contoh nyata bagaimana nilai budaya dapat dikembangkan melalui teknologi,” ungkapnya.

Aplikasi Pantunesia dirancang untuk membantu masyarakat menyusun pantun secara lebih kreatif dan sesuai kaidah, sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Peluncurannya pada 17 Desember mendatang diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan membuka peluang integrasi teknologi dalam pengembangan kebudayaan nasional. (Gby/Fadhil)