السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menobatkan Lia Juniati, S.Pd., sebagai Wisudawan Terbaik pada pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-10 yang dirangkaikan dengan Milad ke-15 STAIN SAR Kepri, Sabtu (6/12/2025). Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) tersebut berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 dengan predikat “Pujian”. Lia merupakan putri dari Bapak Samhadi (Darisun) dan Ibu Suparsih.
Dalam
sesi penyampaian kesan dan pesan wisudawan terbaik, Lia menyampaikan rasa
syukur dan penghargaan mendalam atas proses pendidikan yang telah ia jalani
selama empat tahun di STAIN SAR Kepri. Ia menegaskan bahwa capaian yang
diraihnya merupakan buah dari dukungan penuh para dosen dan seluruh unsur civitas
academica.
“Kami
mengucapkan terima kasih kepada Bapak-Ibu dosen yang telah mendidik,
membimbing, dan memfasilitasi kami dalam perjalanan akademik di kampus tercinta
ini. Banyak kekhilafan yang mungkin pernah kami lakukan sebagai mahasiswa, dan
dengan penuh kerendahan hati kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Lia
juga mengungkapkan perjalanan pribadi yang penuh tantangan, termasuk
perjuangannya melanjutkan pendidikan tanpa kehadiran ibunda tercinta yang telah
wafat. Dalam suasana haru, ia menyampaikan bahwa keberhasilannya hari ini
merupakan persembahan untuk almarhum ibunya.
“Walaupun beliau tidak hadir secara fisik di ruangan ini, doa dan senyumnya selalu hidup dalam hati saya. Jika hari ini saya dapat berdiri sebagai seorang sarjana, itu karena doa-doa emak yang tidak pernah putus. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tuturnya.

Lia
turut menceritakan latar belakang keluarganya yang sederhana. Ayahnya bekerja
serabutan untuk menghidupi keluarga, namun tidak pernah berhenti berjuang demi
pendidikan anak-anaknya. Ia bersyukur mendapatkan beasiswa pendidikan selama
empat tahun yang semakin memotivasi dirinya untuk mempertahankan prestasi
akademik.
“Saya
berasal dari keluarga sederhana. Ayah bekerja tanpa mengenal lelah, meski
seringkali dianggap pekerjaan kecil oleh orang lain. Namun dari kerja keras dan
keikhlasan beliau, saya belajar arti keteguhan. Beasiswa yang saya terima
selama empat tahun menjadi amanah yang harus saya jaga dengan mempertahankan
nilai dan terus belajar secara sungguh-sungguh,” jelasnya.
Selain
berprestasi di bidang akademik, Lia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan
dan kegiatan kepenulisan. Ia bahkan terlibat sebagai penulis dalam sebuah buku
bacaan yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian bersama dosen PBA.
Menutup
pesannya, Lia mengajak seluruh wisudawan untuk menjadikan momentum wisuda
sebagai awal perjuangan baru dalam berkarya dan memberi manfaat bagi
masyarakat.
“Jika
hari ini kita belum bisa menjadi matahari, setidaknya jadilah lilin yang
memberi cahaya bagi sekitar. Ilmu yang kita dapatkan bukan untuk disimpan,
tetapi diamalkan. Hari ini bukan akhir, melainkan titik awal untuk melangkah
menuju dunia yang lebih luas dan penuh tanggung jawab,” tutupnya. (LF)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN