السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Wisudawan Terbaik Wisuda Sarjana ke-10 STAIN SAR Kepri, Lia Juniati Persembahkan Gelar “Pujian” untuk Alm. Ibunda

  • 06 Desember 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 241
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu —  Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menobatkan Lia Juniati, S.Pd., sebagai Wisudawan Terbaik pada pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-10 yang dirangkaikan dengan Milad ke-15 STAIN SAR Kepri, Sabtu (6/12/2025). Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) tersebut berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 dengan predikat “Pujian”. Lia merupakan putri dari Bapak Samhadi (Darisun) dan Ibu Suparsih.

Dalam sesi penyampaian kesan dan pesan wisudawan terbaik, Lia menyampaikan rasa syukur dan penghargaan mendalam atas proses pendidikan yang telah ia jalani selama empat tahun di STAIN SAR Kepri. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraihnya merupakan buah dari dukungan penuh para dosen dan seluruh unsur civitas academica.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak-Ibu dosen yang telah mendidik, membimbing, dan memfasilitasi kami dalam perjalanan akademik di kampus tercinta ini. Banyak kekhilafan yang mungkin pernah kami lakukan sebagai mahasiswa, dan dengan penuh kerendahan hati kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Lia juga mengungkapkan perjalanan pribadi yang penuh tantangan, termasuk perjuangannya melanjutkan pendidikan tanpa kehadiran ibunda tercinta yang telah wafat. Dalam suasana haru, ia menyampaikan bahwa keberhasilannya hari ini merupakan persembahan untuk almarhum ibunya.

“Walaupun beliau tidak hadir secara fisik di ruangan ini, doa dan senyumnya selalu hidup dalam hati saya. Jika hari ini saya dapat berdiri sebagai seorang sarjana, itu karena doa-doa emak yang tidak pernah putus. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tuturnya.


Lia turut menceritakan latar belakang keluarganya yang sederhana. Ayahnya bekerja serabutan untuk menghidupi keluarga, namun tidak pernah berhenti berjuang demi pendidikan anak-anaknya. Ia bersyukur mendapatkan beasiswa pendidikan selama empat tahun yang semakin memotivasi dirinya untuk mempertahankan prestasi akademik.

“Saya berasal dari keluarga sederhana. Ayah bekerja tanpa mengenal lelah, meski seringkali dianggap pekerjaan kecil oleh orang lain. Namun dari kerja keras dan keikhlasan beliau, saya belajar arti keteguhan. Beasiswa yang saya terima selama empat tahun menjadi amanah yang harus saya jaga dengan mempertahankan nilai dan terus belajar secara sungguh-sungguh,” jelasnya.

Selain berprestasi di bidang akademik, Lia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan kepenulisan. Ia bahkan terlibat sebagai penulis dalam sebuah buku bacaan yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian bersama dosen PBA.

Menutup pesannya, Lia mengajak seluruh wisudawan untuk menjadikan momentum wisuda sebagai awal perjuangan baru dalam berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Jika hari ini kita belum bisa menjadi matahari, setidaknya jadilah lilin yang memberi cahaya bagi sekitar. Ilmu yang kita dapatkan bukan untuk disimpan, tetapi diamalkan. Hari ini bukan akhir, melainkan titik awal untuk melangkah menuju dunia yang lebih luas dan penuh tanggung jawab,” tutupnya. (LF)