السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Penyambutan bernuansa budaya Melayu mewarnai kedatangan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Dr. Sonny Harry B. Harmadi, M.E., CRGP, di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Jumat (28/11/2025). Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka meresmikan Pojok Statistik sekaligus melantik 15 agen statistik mahasiswa.
Prosesi
penyambutan dilakukan secara adat, menampilkan kekayaan tradisi Melayu sebagai
identitas budaya Kampus STAIN SAR Kepri. Pemasangan tanjak (penutup kepala khas
Melayu) menjadi simbol utama penghormatan kepada tamu kehormatan. Tanjak
diberikan sebagai penanda penerimaan dan persahabatan, sekaligus bentuk
penghormatan adat terhadap kedudukan dan peran Wakil Kepala BPS RI dalam
memperkuat literasi statistik nasional.
Selain pemasangan tanjak, penyambutan juga dimeriahkan dengan penampilan pencak silat, yang menggambarkan ketangkasan, kehormatan, dan nilai-nilai luhur Melayu. Para pesilat dari mahasiswa STAIN SAR Kepri menampilkan atraksi yang memukau, diiringi alunan musik tradisional, menciptakan suasana khidmat namun penuh semangat.


Tidak
berhenti di situ, penyambutan juga disemarakkan dengan pembacaan pantun dari
perwakilan Labor Pantun dan Khasanah Melayu STAIN SAR Kepri. Pantun tersebut
ditujukan sebagai bentuk kegembiraan dan rasa hormat atas kedatangan tokoh
nasional ke kampus. Pantun-pantun bernuansa keramahan dan kebhinekaan
memperlihatkan karakter budaya Melayu yang halus, santun, dan bersahaja.
Dalam
sambutannya, Dr. Sonny Harry B. Harmadi menyampaikan apresiasi mendalam atas
penyambutan penuh adat tersebut. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai budaya lokal
merupakan kekuatan bangsa yang perlu terus dirawat, sekaligus selaras dengan
semangat kolaborasi antara BPS dan dunia pendidikan tinggi.
“Penyambutan ini sangat berkesan. Budaya Melayu memiliki keindahan, kelembutan, dan makna filosofis yang mendalam. Tradisi seperti ini memperlihatkan bahwa pembangunan data tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang manusia, nilai, dan kebudayaan,” ungkapnya.


Ia
juga menekankan pentingnya peran kampus dalam membangun literasi statistik di
kalangan generasi muda. Menurutnya, pemahaman data merupakan kompetensi penting
bagi akademisi, peneliti, dan calon pemimpin masa depan.
“Statistik
adalah bahasa pembangunan. Dengan meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap
data, kita turut membangun masa depan Indonesia yang lebih berbasis bukti dan
berorientasi pada solusi,” tambahnya.
Prosesi
penyambutan budaya Melayu pada kunjungan tokoh nasional ini mempertegas
identitas STAIN SAR Kepri sebagai kampus yang senantiasa mengintegrasikan
budaya, keislaman, dan ilmu pengetahuan dalam setiap aktivitas kelembagaannya.
Perpaduan adat dan akademik tersebut menjadi simbol kesiapan kampus menyongsong
era riset berbasis data dengan tetap menjaga akar budaya setempat. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN