السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Wakil Kepala BPS RI Disambut Meriah dengan Budaya Melayu pada Peresmian Pojok Statistik STAIN SAR Kepri

  • 28 November 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 174
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Penyambutan bernuansa budaya Melayu mewarnai kedatangan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Dr. Sonny Harry B. Harmadi, M.E., CRGP, di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Jumat (28/11/2025). Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka meresmikan Pojok Statistik sekaligus melantik 15 agen statistik mahasiswa.

Prosesi penyambutan dilakukan secara adat, menampilkan kekayaan tradisi Melayu sebagai identitas budaya Kampus STAIN SAR Kepri. Pemasangan tanjak (penutup kepala khas Melayu) menjadi simbol utama penghormatan kepada tamu kehormatan. Tanjak diberikan sebagai penanda penerimaan dan persahabatan, sekaligus bentuk penghormatan adat terhadap kedudukan dan peran Wakil Kepala BPS RI dalam memperkuat literasi statistik nasional.

Selain pemasangan tanjak, penyambutan juga dimeriahkan dengan penampilan pencak silat, yang menggambarkan ketangkasan, kehormatan, dan nilai-nilai luhur Melayu. Para pesilat dari mahasiswa STAIN SAR Kepri menampilkan atraksi yang memukau, diiringi alunan musik tradisional, menciptakan suasana khidmat namun penuh semangat.


Tidak berhenti di situ, penyambutan juga disemarakkan dengan pembacaan pantun dari perwakilan Labor Pantun dan Khasanah Melayu STAIN SAR Kepri. Pantun tersebut ditujukan sebagai bentuk kegembiraan dan rasa hormat atas kedatangan tokoh nasional ke kampus. Pantun-pantun bernuansa keramahan dan kebhinekaan memperlihatkan karakter budaya Melayu yang halus, santun, dan bersahaja.

Dalam sambutannya, Dr. Sonny Harry B. Harmadi menyampaikan apresiasi mendalam atas penyambutan penuh adat tersebut. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai budaya lokal merupakan kekuatan bangsa yang perlu terus dirawat, sekaligus selaras dengan semangat kolaborasi antara BPS dan dunia pendidikan tinggi.

“Penyambutan ini sangat berkesan. Budaya Melayu memiliki keindahan, kelembutan, dan makna filosofis yang mendalam. Tradisi seperti ini memperlihatkan bahwa pembangunan data tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang manusia, nilai, dan kebudayaan,” ungkapnya.


Ia juga menekankan pentingnya peran kampus dalam membangun literasi statistik di kalangan generasi muda. Menurutnya, pemahaman data merupakan kompetensi penting bagi akademisi, peneliti, dan calon pemimpin masa depan.

“Statistik adalah bahasa pembangunan. Dengan meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap data, kita turut membangun masa depan Indonesia yang lebih berbasis bukti dan berorientasi pada solusi,” tambahnya.

Prosesi penyambutan budaya Melayu pada kunjungan tokoh nasional ini mempertegas identitas STAIN SAR Kepri sebagai kampus yang senantiasa mengintegrasikan budaya, keislaman, dan ilmu pengetahuan dalam setiap aktivitas kelembagaannya. Perpaduan adat dan akademik tersebut menjadi simbol kesiapan kampus menyongsong era riset berbasis data dengan tetap menjaga akar budaya setempat. (LF/Gby)