السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menag Raih Anugerah Penggerak Nusantara 2025 Bidang Harmoni dan Ekoteologi, Ketua STAIN SAR Kepri Sampaikan Apresiasi

  • 21 November 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 180
Berita Utama

Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, meraih Anugerah Penggerak Nusantara 2025 untuk kategori Harmoni dan Ekoteologi dalam Malam Anugerah Penggerak Nusantara yang diselenggarakan oleh iNewsTV pada Kamis, 20 November 2025 di Jakarta. Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan nasional serta mengarusutamakan perspektif ekoteologi dalam tata kelola kehidupan beragama di Indonesia.

Penghargaan diterima langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, didampingi Staf Khusus Menag Bidang Pengembangan SDM dan Media Ismail Cawidu; Staf Khusus Menag Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan, serta Kerja Sama Luar Negeri Gugun Gumilar; serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al Asyhar.

Dalam sambutannya, Menag menyampaikan apresiasi kepada iNewsTV dan MNC Corp atas pengakuan terhadap berbagai program transformasi Kementerian Agama.

“Anugerah ini menunjukkan tingginya perhatian iNewsTV terhadap program-program Kementerian Agama,” ujar Menag.

Menag menjelaskan bahwa dalam satu tahun terakhir Kementerian Agama telah menggulirkan Trilogi Kerukunan Jilid II. Jika edisi sebelumnya berfokus pada kerukunan intraumat, antarumat beragama, serta umat dengan pemerintah, maka jilid terbaru mencakup lingkup yang lebih luas, yakni harmoni antarmanusia, harmoni alam, serta penguatan spiritualitas dalam relasi manusia dengan Tuhan.


“Trilogi Kerukunan Jilid II menjadi ikhtiar Kementerian Agama dalam menyukseskan agenda harmoni lingkungan dan toleransi antarumat sesuai prioritas nasional,” jelas Menag.

Sebagai wujud nyata pengarusutamaan keberlanjutan lingkungan, Kementerian Agama tahun ini juga meluncurkan program penguatan ekoteologi, yakni pendekatan keberagamaan yang mendorong aksi iklim dan pelestarian alam berbasis nilai-nilai keimanan.

“Kemenag telah menerbitkan Buku Ekoteologi: Mengamalkan Iman, Melestarikan Lingkungan sebagai panduan dalam menyusun program dan strategi pelestarian lingkungan berbasis iman,” tegasnya.

Menag menegaskan bahwa kerukunan merupakan prasyarat utama pembangunan nasional. Kondisi bangsa yang relatif rukun dalam keberagaman diyakini menjadi fondasi penting bagi kelancaran pembangunan yang dijalankan pemerintah.

“Kita bersyukur, keberhasilan dalam merawat kerukunan menjadi capaian tertinggi kinerja satu tahun Presiden Prabowo, sebagaimana hasil survei Poltracking Oktober 2025,” lanjutnya.

Di akhir sambutan, Menag mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh jajaran Kementerian Agama sebagai inspirasi untuk terus memajukan harmoni umat dan kelestarian lingkungan.

“Semoga ini menjadi motivasi bersama untuk terus merawat kerukunan umat dan harmoni semesta,” pungkasnya.


Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian nasional yang diraih Menteri Agama tersebut. Ia menilai bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk pengakuan personal, tetapi sekaligus penguatan arah kebijakan Kementerian Agama yang berpengaruh positif terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh PTKIN untuk terus menjaga integritas, membangun harmoni, dan memperkuat kesadaran ekologis dalam setiap aktivitas tridharma perguruan tinggi. STAIN SAR Kepri siap berkontribusi dalam agenda besar ekoteologi dan kerukunan yang digagas Kementerian Agama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua STAIN SAR Kepri menegaskan bahwa kampus siap mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi dalam kegiatan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat, sejalan dengan komitmen Kemenag dalam mewujudkan harmoni sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Humas dan Komunikasi Publik