السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

80 Paper dari 40 Kampus Nasional dan Internasional Warnai The 2nd IMSIC 2025 di STAIN SAR Kepri

  • 12 November 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 248
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menorehkan capaian akademik bertaraf internasional melalui penyelenggaraan The 2nd Islamic and Malay Studies International Conference (IMSIC) 2025. Konferensi ilmiah yang diikuti oleh para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara, di antaranya; Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, dan Amerika Serikat ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat posisi STAIN SAR Kepri dalam kancah keilmuan global.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 November 2025, di Kampus STAIN SAR Kepri, Bintan, menjadi momentum penting dalam mengkaji dinamika keilmuan Islam dan kebudayaan Melayu di tengah era transformasi digital.

Dengan mengusung semangat “Bridging Culture, Shaping Future for Islamic Society in the Digital Transformation Era,” konferensi internasional ini berhasil mempertemukan lebih dari 80 pemakalah dari 40 perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi lintas disiplin ilmu untuk membahas peran nilai Islam dan budaya Melayu dalam membentuk masyarakat digital yang beretika, beradab, dan berdaya saing.

Ketua Panitia IMSIC 2025, Sella Kurnia Sari, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa IMSIC merupakan wadah ilmiah bagi akademisi global untuk berdiskusi dan bertukar gagasan terkait masa depan peradaban Islam di tengah tantangan digitalisasi.


“Tahun ini, IMSIC mencatat partisipasi 15 presenter luring dan 65 presenter daring dari berbagai universitas di Asia, Australia, dan Amerika. Semoga forum ini menjadi ruang kolaboratif bagi pengembangan riset dan penguatan nilai Islam serta budaya Melayu di tingkat internasional,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan IMSIC 2025, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menegaskan komitmennya sebagai pusat kajian Islam dan kebudayaan Melayu yang progresif, adaptif, dan berwawasan global. Konferensi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik antarnegara, tetapi juga memperkokoh kontribusi STAIN SAR Kepri dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai spiritualitas dan kearifan lokal Melayu di era transformasi digital. (LF/Gby)