السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Komunitas Pantun Prodi PAI STAIN Kepri Adakan Pelatihan Pantun untuk Mahasiswa

  • 26 Maret 2022
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 2159
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu Komunitas pantun Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau bekerja sama dengan Bidang Kepemudaan dan Pengembangan SDM LAM Provinsi Kepulauan Riau kota Tanjungpinang mengadakan kegiatan pelatihan pantun khusus untuk seluruh mahasiswa prodi PAI yang berjumlah 115 orang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (26/3/2022) di ruang Aditorium Razali Jaya STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.  Narasumber yang dihadirkan adalah Rendra Setia Diharja, S.Sos.,M.SI dan Yoan S Nugraha yang merupakan ketua dan sekretaris bidang pengkajian/penelitian dan penulisan adat budaya Melayu LAM KR Kota Tanjungpinang.

Sebagai Even Organizer (EO) pada kegiatan pelatihan ini, ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) PAI Mizwardi dalam laporannya menyampaikan beberapa harapannya kepada mahasiswa. Pertama, dengan pelatihan ini diharapkan semakin bertambah pengetahuan mahasiswa tentang cara membuat pantun yang baik sesuai kaidah pembuatannya. Kedua, setelah pelatihan ini diharapkan mahasiswa dapat menulis pantun sebagai karya yang nantinya dapat dibukukan.

Selanjutnya Ketua prodi Pendidikan Agama Islam Zulfan Efendi, M.Pd.I menyampaikan bahwa pelatihan pantun yang dilakukan ini merupakan implementasi dari Visi kampus "Unggul keislaman dan kemelayuan". Turunannya dalam visi prodi PAI juga memuat hal yang berkaitan dengan kemelayuan. Maka salah satu bentuk konkrit terkait visi kemelayuan tersebut, mahasiswa/lulusan PAI harus bisa berpantun.

“Bahkan di prodi PAI mahasiswa harus mampu menulis 50 pantun sebagai salah satu syarat kelulusan. Sehingga setiap tahun/angkatan prodi PAI dapat menerbitkan buku pantun karya mahasiswa tersebut.” Ujar Zulfan.

Ketua Bidang kepemudaan dan pengembangan SDM LAM Provinsi Kepulauan Riau kota Tanjungpinang Ramli Muasmara, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa program kerja bidang kepemudaan fokus pada pembinaan. Karena melihat kondisi pemuda melayu saat ini banyak yang sudah jauh dari adat dan budayanya sebagai orang melayu.

“Melayu yang identik dengan Islam seharusnya tercermin dari pribadi generasi melayu, namun pada faktanya adat serta adab itu sudah sulit dijumpai melekat pada generasi melayu.” Tutur Ramli.

Lebih lanjut Ramli menegaskan bahwa pemahaman generasi muda terkait adat dan budayanya masih sangat dangkal. Salah satunya pemahaman tentang pantun, ternyata masih banyak anak muda melayu yang tidak bisa berpantun. Padahal pantun adalah tradisi lisan orang melayu dimana orang melayu dahulu berkomunikasi melalui pantun.

Ia juga menghimbau kepada mahasiswa dan seluruh pemuda melayu Kepulauan Riau, khususnya pemuda Kota Tanjungpinang untuk mencintai, menjaga dan melestarikan adat dan budaya melayu.

Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Wakil Ketua 3 bidang kemahasiswaan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau H. Fajmi Fikri, S.Ag., M.Si. Beliau menyambut baik dengan adanya komunitas pantun di prodi PAI serta mengapresiasi Himpunan Mahasiswa (HIMA) PAI yang telah melaksanakan kegiatan ini.

Beliau menyampaikan bahwa banyak pemuda melayu tidak bisa berpantun dan banyak pula yang asal-asalan melanggar kaidah dan aturan dalam berpantun.

“Jadi ikutilah pelatihan ini dengan serius agar mahasiswa PAI tidak sembarangan dalam berpantun.” Tegas Fahmi.

Selain itu beliau juga menyampaikan kedepannya selain pantun mungkin bisa juga membuat pelatihan gurindam, syair atau kajian sejarah terkait kemelayuan. Ini sebagai salah satu bentuk kita menjaga dan melestarikan khazanah adat dan budaya kita agar melayu tak hilang di bumi. (ramli/luluk)