السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PSGA STAIN SAR Kepri Adakan Seminar Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Perempuan dan Anak

  • 19 November 2021
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 1162
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar Seminar Kajian Gender dan Anak mengangkat tema: “Pencegahan Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak” bertempat di Auditorium Razali Jaya pada Jum’at (19/11/2021).

Menghadirkan tiga narasumber diantaranya Dr. Farid Ma’ruf sebagai praktisi hypnotherapy,  Sudirman Latief dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Riau dan Nurhidayu, A.MK sebagai Ketua DWP STAIN SAR Kepri.

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Dr. Muhammad Faisal, M.Ag membuka secara resmi kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa kekerasan pada perempuan dan anak makin lama makin meningkat, perlu perlindungan dari Perguruan Tinggi agar tidak menjadi sesuatu yang membahayakan.

“Islam sendiri memandang perempuan dan anak sebagai bagian penting terhadap penguatan kehidupan.” Pungkas Ketua.

Diawal materi Sudirman Latief menekankan bahwa ada 118 korban kekerasan seksual pada anak tahun 2020 di Provinsi Kepulauan Riau, ini membuktikan bahwa Kepri masih belum aman terhadap kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak.

Lebih lanjut latief mengajak kepada semua masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual pada perempuan dan anak. Ia memperkenalkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga)

“Puspaga berfungsi sebagai “one stop services/Layanan Satu Pintu Keluarga, Holistik Integratif Berbasis Hak Anak” yaitu meningkatkan kemampuan keluarga, meningkatkan kapasitas orang tua atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak dalam menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak agar tercipta kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik anak, termasuk perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran.” Ucap Latif

Disisi lain Nurhidayu yang juga sebagai petugas medis dan Ketua DWP STAIN SAR Kepri menyampaikan pentingnya kesehatan reproduksi pada perempuan dan anak.

Sementara itu Farid Ma’ruf lebih menekankan kepada Trauma Healing pada Kekerasan Seksual.

“Efek trauma bisa berupa depresi, sindrom trauma perkosaan, disosiasi, gangguan makan, hypoactive sexual desire disorder, dyspareunia, vaginismus, diabetes tipe 2, dan lain-lain.” Ungkap Farid.

Terakhir Farid mengungkapkan bahwa hypnotherapy menjadi salah satu solusi dalam melakukan Trauma Healing pada Kekerasan Seksual.

Di akhir kegiatan Afna Fitria Sari, M.Si selaku Ketua PSGA STAIN SAR Kepri berharap agar PSGA bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat dikalangan kampus/masyarakat dalam hal kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pencegahan kekerasan seksual. (luluk)