السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dosen STAIN SAR Kepri Jadi Penguji Seleksi Calon Pengawas PAI Kemenag Kepri

  • 25 Maret 2021
  • Oleh:
  • 1713
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu ­– Sebanyak 3 (tiga) orang dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut aktif menjadi bagian tim penguji pada seleksi calon pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat wilayah provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan seleksi dilaksanakan dilaksanakan dengan metode daring dan luring bertempat di Kampus STAIN SAR Kepri selama 2 hari Rabu-Kamis (24-25/03/2021).

Dosen STAIN Sultan Abdurrahman yang menjadi tim penguji Seleksi Calon Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) diantaranya adalah Dr. Pauzi, S.Ag, M.Si., Abdul Malik Al Munir, M.Hum., dan Asrizal, MA. Ketiga dosen tersebut menjadi tim penguji terkait Karya Tulis Ilmiah dan Moderasi Beragama.

Abdul Malik Al Munir, M.Hum sebagai dosen penguji yang juga menjabat Ketua Pusat Moderasi Beragama Kepulauan Riau mengungkapkan 2 hal. Pertama terkait keterlibatan Dosen STAIN SAR di dalam proses seleksi calon Pengawas guru PAI dimana STAIN SAR memberikan sumbangsih dalam pelaksanaan ini. Mengapa ini penting? Karena STAIN SAR merupakan pihak eksternal dan yang bergerak sebagai praktisi di bidang itu, sehingga keterlibatan akademisi itu tentu akan  membantu memberikan sumbangsih pemikiran karena kajian secara akademik tentu dibutuhkan dalam menyeleksi calon Pengawas PAI. Kedua terkait pihak-pihak yang diseleksi, selam proses Seleksi ini kami mendapatkan orang-orang yang bagus-bagus, dalam artian kata mereka ini adalah sudah puluhan tahun sebagai guru bahkan sebagian besar diantara peserta berprofesi sebagai kepala sekolah tingkat SD sampai MAN. 

“Nah ini menjadi nilai plus, artinya sisi pengalaman mereka sudah sangat teruji, mudah-mudahan dengan adanya seleksi ini menambah kualitas karena kita menyeleksi di antara orang-orang yang baik-baik maka lahirlah yang terbaik, insya Allah. Sedangkan salah satu materi yang saya seleksi adalah Karya Tulis Ilmiah, memang guru-guru kita masih lemah di bidang penulisan, mudah-mudahan dengan adanya sumbangsih kita masuk didalam perbaikan tulisan ini diharapkan kedepan tulisan para guru ini lebih bagus.” Ungkapnya. 

Sementara itu Asrizal, MA selaku penguji dari STAIN SAR yang juga menjabat sebagai sekretaris Pusat Moderasi Beragama Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik atas kerja sama antara STAIN SAR dengan Kanwil Kemenag Provinsi Kepri. Menurutnya,  dengan ujian ini tentu kita bisa tau bahwa calon-calon pengawas yang nantinya di tunjuk dan dijadikan sebagai Pengawas Guru PAI bisa memahami tidak hanya dalam lingkup prakteknya saja akan tetapi harus tau secara teorinya. 

Dengan terlibatnya dosen sebagai tim penguji maka bisa mengukur seberapa jauh pengetahuan calon-calon pengawas PAI itu terhadap pemahaman mereka terhadap pengawasan itu sendiri. Tidak hanya sebatas praktek saja akan tetapi memahami secara teori. 

“Pesan saya sebagai salah satu penguji dari STAIN SAR diharapkan ketika telah diberikan amanah sebagai seorang pengawas nantinya benar-benar mengawasi dan menekuni profesi dia sebagai pengawas, karena sebenarnya pengawas ini merupakan amanah dan juga kerja tambahan bagi seorang guru PAI atau Kepala Sekolah. Dengan adanya seleksi ini diharapkan menghasilkan para pengawas PAI yang kompeten secara praktek (praktisi)  dan teori (akademisi).” Tutupnya. (luluk)