السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menapaki Langkah Akademik Perdana, Prodi HKI STAIN SAR Kepri Sambut Mahasiswa Baru melalui PBAK 2026

  • 03 September 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 191
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Langkah pertama mahasiswa baru dalam mengenal dunia akademik menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater dan program studi. Semangat tersebut dihadirkan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan perkenalan program studi dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 di GBR Ruang Peradilan Semu STAIN SAR Kepri, Kamis (3/9/2026).

Dimulai pukul 11.00 WIB, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka. Tidak hanya memperkenalkan profil program studi, kegiatan juga mengajak mahasiswa memahami budaya akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta berbagai peluang pengembangan diri selama menempuh studi di HKI.

Kegiatan dihadiri Ketua Program Studi HKI, Dr. Asrizal, M.H., bersama dosen HKI, Dr. H. Ahmad Jalili, M.Sy., dan Muhammad Zamhari, S.H.I., M.S.I. Kehadiran Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) HKI, mulai dari ketua hingga jajaran anggota, turut memberikan warna tersendiri melalui interaksi dan pendampingan kepada mahasiswa baru.

Dalam sambutannya, Dr. Asrizal menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru yang telah memilih HKI sebagai ruang untuk menumbuhkan pengetahuan, kompetensi, dan karakter. Menurutnya, kehadiran mahasiswa baru merupakan energi sekaligus bagian penting dalam perjalanan pengembangan program studi.

“Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan kehadiran mahasiswa baru di Program Studi Hukum Keluarga Islam. Kehadiran saudara-saudara sekalian menjadi energi baru bagi HKI untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Program Studi HKI telah meraih Akreditasi “Baik Sekali”. Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen sivitas akademika dalam menjaga mutu pendidikan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas lulusan.

Menurutnya, capaian akreditasi tersebut bukan sekadar predikat kelembagaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk mengambil bagian dalam menjaga dan meningkatkan reputasi program studi. Mahasiswa baru didorong untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang membangun kompetensi sekaligus mengembangkan potensi diri.


Dalam sesi pengenalan, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai profil program studi, kurikulum, prospek lulusan, serta berbagai peluang pengembangan akademik dan non-akademik. Para dosen juga memperkenalkan ruang lingkup keilmuan HKI yang mencakup hukum perkawinan, hukum kewarisan, peradilan agama, hukum keluarga kontemporer, hingga berbagai persoalan hukum Islam yang berkembang di tengah masyarakat.

Penguatan budaya akademik juga berjalan beriringan dengan pengenalan kehidupan kemahasiswaan. Pengurus HMPS HKI memperkenalkan organisasi mahasiswa di tingkat program studi sekaligus berbagi pengalaman mengenai aktivitas organisasi, kompetisi akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai program yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, kepemimpinan, dan kemampuan kolaborasi.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa baru diberikan kesempatan berdialog secara langsung dengan dosen maupun pengurus HMPS, sehingga mereka dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan yang akan dijalani selama masa studi.

Interaksi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kedekatan antara mahasiswa dan sivitas akademika. Lebih dari sekadar kegiatan pengenalan, momentum PBAK menjadi ruang untuk menanamkan kesadaran bahwa perjalanan menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membangun karakter, kompetensi, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi HKI STAIN SAR Kepri meneguhkan komitmennya untuk membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa tumbuh secara utuh. Sinergi antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan organisasi kemahasiswaan diharapkan semakin memperkuat HKI sebagai program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

PBAK 2026 pun menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk menapaki perjalanan akademiknya dengan semangat belajar dan berkontribusi. Dari ruang kelas hingga ruang pengabdian, mahasiswa HKI diharapkan mampu membawa ilmu hukum Islam tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai bekal menghadirkan keadilan, kemaslahatan, dan solusi bagi persoalan keluarga dan Masyarakat. (LF/ASR)