السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pelantikan Struktur Organisasi Periode 2026–2030, STAIN SAR Kepri Teguhkan Satu Visi Menuju Transformasi Kelembagaan

  • 02 September 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 369
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Memasuki periode kepemimpinan baru, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau meneguhkan komitmen memperkuat tata kelola kelembagaan melalui pelantikan pejabat struktur organisasi periode 2026–2030 di Auditorium Razali Jaya, Rabu (2/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh perangkat organisasi siap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing sekaligus mendukung agenda pengembangan STAIN SAR Kepri. Sejumlah pejabat yang dilantik meliputi ketua program studi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M), Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI), kepala unit, sekretaris program studi, kepala laboratorium, serta sejumlah unsur struktural lainnya.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum untuk menggerakkan seluruh unsur kelembagaan dalam menjalankan agenda institusi secara terarah dan kolaboratif.

Alhamdulillah, hari ini seluruh perangkat organisasi telah dilengkapi. Mulai dari pimpinan, program studi, unit-unit kerja, hingga laboratorium, semuanya harus bergerak bersama sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tegas Prof. Azni.

Ia menyampaikan bahwa jajaran yang baru dilantik perlu segera mempersiapkan pelaksanaan berbagai program kerja, terutama dalam menyambut aktivitas pembelajaran yang akan berlangsung pada periode akademik berikutnya. Menurutnya, efektivitas organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan setiap unsur dalam menerjemahkan tugas dan fungsi menjadi kinerja yang nyata.


Prof. Azni juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program kerja pada masa awal kepemimpinan. Ia mengajak seluruh pejabat yang dilantik menjadikan 100 hari pertama sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi program, serta menghadirkan capaian yang dapat dirasakan mahasiswa dan masyarakat.

“Target kita adalah memberikan nilai terbaik di mata mahasiswa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, mari kita bergerak bersama, memperkuat program-program yang telah disusun, dan memastikan setiap amanah dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jabatan struktural merupakan tugas tambahan sekaligus amanah negara yang harus dijalankan secara profesional. Setiap pejabat dituntut memahami tugas pokok dan fungsi serta memberikan pelayanan yang optimal kepada mahasiswa maupun civitas academica.

“Jabatan ini adalah amanah. Meskipun merupakan tugas tambahan, tanggung jawabnya harus dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi yang telah ditetapkan. Kita harus memberikan pelayanan yang prima kepada mahasiswa dan kepada seluruh civitas academica,” katanya.

Dalam arahannya, Prof. Azni juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat transformasi kelembagaan STAIN SAR Kepri. Ia mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk menyatukan langkah dan mengesampingkan berbagai kepentingan personal demi tercapainya cita-cita institusi.

Menurutnya, transformasi kelembagaan menuju institut merupakan agenda strategis yang membutuhkan kerja kolektif. Karena itu, seluruh unsur organisasi harus memiliki visi yang sama, membangun komunikasi yang efektif, dan bekerja dalam satu arah.


“Tidak ada keberhasilan yang lahir dari kerja sendiri-sendiri. Kita harus satu kata, satu komando, dan satu visi. Semua kemampuan yang kita miliki harus kita kerahkan untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu mempercepat perubahan status kelembagaan STAIN SAR Kepri,” ungkapnya.

Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing. Kepemimpinan pada setiap unit, menurutnya, harus mampu menciptakan budaya kerja yang profesional, responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu layanan.

Pelantikan struktur organisasi periode 2026–2030 tersebut sekaligus menandai dimulainya fase baru penguatan kelembagaan STAIN SAR Kepri. Dengan dukungan seluruh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan perangkat organisasi, institusi diharapkan mampu mempercepat pencapaian berbagai target strategis.

Momentum tersebut bukan sekadar tentang bertambahnya struktur dan pejabat baru, melainkan tentang hadirnya amanah untuk bekerja, melayani, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan perguruan tinggi. Dari kesatuan visi dan soliditas organisasi, STAIN SAR Kepri diharapkan semakin siap melangkah menuju transformasi kelembagaan dan menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul serta berdampak bagi masyarakat Kepulauan Riau. (LF)