السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Prestasi akademik kembali ditorehkan civitas academica Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Dr. Aidillah Suja, M.Pd.I., berhasil mempublikasikan hasil riset kolaboratif pada jurnal internasional bereputasi Scopus Quartile 1 (Q1). Capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas penelitian dosen sekaligus memperkuat posisi STAIN SAR Kepri dalam jejaring riset akademik bertaraf internasional.
Artikel
ilmiah berjudul "Cultural Representation in Arabic Textbooks: Unveiling
Intercultural Gaps and Pedagogical Implications in Indonesian Islamic Higher
Education" ditulis bersama Dr. Sutaman dari Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Syarifaturrahmatullah dari Universitas Islam
Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Moh. Buny Andaru Bahy, Shobirin,
dan Marajo. Kolaborasi lintas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)
tersebut menunjukkan semakin kuatnya sinergi penelitian antarakademisi dalam
menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi bagi pengembangan pendidikan
tinggi Islam di Indonesia.
Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh pentingnya representasi budaya dalam buku ajar bahasa
Arab sebagai salah satu faktor utama dalam membangun kompetensi antarbudaya (intercultural
competence) mahasiswa. Di tengah tuntutan globalisasi, pembelajaran bahasa
tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan aspek linguistik, tetapi juga
dituntut mampu membekali peserta didik dengan kemampuan memahami keberagaman
budaya sebagai bekal berinteraksi di tingkat internasional.
Menggunakan
pendekatan Krippendorff’s content analysis, tim peneliti mengkaji enam
buku ajar bahasa Arab yang digunakan di berbagai perguruan tinggi Islam di
Indonesia. Analisis dilakukan terhadap unsur verbal dan visual dengan
mengidentifikasi empat elemen budaya, yakni tokoh (people), produk
budaya (products), praktik budaya (practices), dan perspektif
budaya (perspectives). Selain itu, penelitian juga memetakan
representasi budaya berdasarkan budaya asal (source culture), budaya
sasaran (target culture), dan budaya internasional (international
target culture).
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa representasi budaya dalam buku ajar bahasa Arab
masih belum proporsional. Aspek produk budaya mendominasi materi pembelajaran,
sedangkan praktik dan perspektif budaya masih minim dihadirkan. Di sisi lain,
buku ajar lebih banyak menampilkan budaya asal dan budaya sasaran dibandingkan
budaya internasional. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran bahasa
Arab di perguruan tinggi masih cenderung berorientasi pada penguasaan kemampuan
linguistik dibandingkan pengembangan kompetensi antarbudaya mahasiswa.
Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan pengembangan buku ajar bahasa Arab melalui integrasi materi autentik lintas budaya, penerapan tugas reflektif dan komparatif, serta penguatan peran dosen sebagai mediator budaya dalam proses pembelajaran. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir berbahasa Arab, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap keberagaman budaya global.

Menanggapi
capaian tersebut, Dr. Aidillah Suja, M.Pd.I., menegaskan bahwa pembelajaran
bahasa pada era global memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dengan
mengintegrasikan dimensi budaya ke dalam proses pembelajaran.
"Bahasa
merupakan cerminan budaya. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab tidak
cukup hanya berfokus pada aspek kebahasaan, tetapi juga harus memberikan ruang
bagi mahasiswa untuk memahami nilai, tradisi, dan cara pandang masyarakat yang
melatarbelakangi penggunaan bahasa tersebut. Melalui penelitian ini, kami
berharap pengembangan buku ajar bahasa Arab di Indonesia semakin memperhatikan
dimensi budaya sehingga mampu memperkuat kompetensi antarbudaya mahasiswa dalam
menghadapi masyarakat global," ungkapnya Senin, (27/7/2026).
Sementara
itu, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan
apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dosen menembus
publikasi pada jurnal bereputasi Scopus Q1 merupakan indikator nyata
meningkatnya budaya riset di lingkungan kampus.
"Publikasi
pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 bukan sekadar capaian
individual, tetapi menjadi kebanggaan institusi sekaligus bukti bahwa dosen
STAIN SAR Kepri mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di
tingkat global. Kami akan terus mendorong budaya riset kolaboratif, memperluas
jejaring akademik internasional, serta meningkatkan produktivitas publikasi
ilmiah sebagai bagian dari transformasi kampus menuju perguruan tinggi Islam
yang unggul dan berdaya saing internasional," tegasnya.
Keberhasilan
publikasi pada jurnal bereputasi Scopus Q1 menjadi salah satu indikator
meningkatnya kualitas riset dosen STAIN SAR Kepri. Pencapaian tersebut
sekaligus mencerminkan komitmen institusi dalam membangun budaya penelitian
yang unggul, memperluas kolaborasi akademik, serta meningkatkan kontribusi
keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.
Artikel
ilmiah tersebut dapat diakses melalui tautan: https://doi.org/10.1080/2005615X.2026.2705691
Prestasi
yang diraih Dr. Aidillah Suja diharapkan menjadi inspirasi bagi civitas academica
STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau untuk terus menghasilkan karya ilmiah
berkualitas yang mampu menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Sejalan
dengan komitmen perguruan tinggi sebagai kampus Islam yang unggul dan berdaya saing
global, capaian ini menegaskan bahwa riset yang lahir dari kampus Melayu tidak
hanya memenuhi standar publikasi internasional, tetapi juga memberikan
kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi pendidikan di
tingkat dunia. (LF)
Mahasiswa GenBI STAIN SAR Kepri Bersinar! Dua Delegasi Sabet Juara Duta Muda CBP Rupiah 2026