السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Aliansi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau Angkatan 2025 bersama organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar kegiatan Mimbar Bebas dan Diskusi Publik di kawasan Taman Batu 10, Tanjungpinang, pada Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi dan refleksi mahasiswa terhadap berbagai isu kebijakan publik, kondisi sosial, ekonomi, serta dinamika demokrasi di Indonesia.
Kegiatan
diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan
organisasi kepemudaan, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),
serta Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI). Forum berlangsung terbuka
melalui penyampaian pandangan, diskusi, dan pembacaan pernyataan sikap secara
bergantian.
Dalam
forum tersebut, peserta menyampaikan sejumlah perhatian terhadap implementasi
kebijakan publik yang dinilai perlu mendapatkan evaluasi dan penguatan agar
tetap selaras dengan prinsip transparansi, partisipasi masyarakat, dan
keberpihakan terhadap kepentingan publik. Isu yang menjadi perhatian meliputi
pelaksanaan program prioritas nasional, dinamika pembentukan regulasi,
penguatan ruang partisipasi masyarakat sipil, hingga pengawasan terhadap tata
kelola pemerintahan.
Koordinator
kegiatan, Awaludin Rahmadi, menyampaikan bahwa kegiatan mimbar bebas merupakan
bagian dari tradisi akademik dan fungsi kontrol sosial yang melekat pada peran
mahasiswa dalam kehidupan demokrasi.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga ruang dialog publik dan menyampaikan aspirasi masyarakat secara konstruktif. Kritik yang disampaikan bukan untuk melemahkan negara, melainkan sebagai bentuk partisipasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Lebih
lanjut, peserta forum menilai bahwa ruang partisipasi publik perlu terus
diperkuat agar proses perumusan kebijakan dapat berlangsung secara lebih
terbuka, inklusif, dan akuntabel. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga
keseimbangan antara pembangunan nasional, supremasi hukum, serta perlindungan
terhadap hak-hak warga negara.
Pada
akhir kegiatan, aliansi mahasiswa membacakan sejumlah poin pernyataan sikap
yang berisi dorongan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
berbagai program strategis nasional, membuka ruang dialog yang lebih luas
dengan masyarakat sipil, serta memperhatikan berbagai aspirasi publik dalam
proses pengambilan kebijakan.
Mahasiswa
juga mendorong percepatan pembahasan sejumlah agenda legislasi yang dinilai
memiliki relevansi terhadap penguatan tata kelola pemerintahan dan perlindungan
kepentingan masyarakat.
Kegiatan
mimbar bebas berlangsung tertib dan ditutup dengan seruan bersama untuk terus
menjaga tradisi intelektual, partisipasi demokratis, serta komitmen mengawal
isu-isu kebangsaan melalui pendekatan yang damai, konstitusional, dan berbasis
argumentasi akademik. (LF/ULT)
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Dosen STAIN Kepri Bawa Kajian Arah Kiblat Masjid Kesultanan Riau-Lingga ke Panggung Internasional
UM-PTKIN 2026 Diumumkan, 127 Generasi Unggul Resmi Menjadi Bagian STAIN Kepri