السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Maknai Hijrah sebagai Transformasi Diri, Kaprodi PBA STAIN SAR Kepri Sampaikan Tausiah Reflektif di Kejati Kepri

  • 17 Juni 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 120
Kabar Prodi

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Momentum menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau untuk memperluas kontribusi akademik dan penguatan nilai keislaman di ruang publik. Ketua Program Studi PBA STAIN SAR Kepri, Fajar Tresna Utama, M.A., hadir sebagai penceramah dalam kegiatan peringatan Tahun Baru Hijriah yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri), Rabu (17/6/2026), di Aula Kejati Kepri.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan, para asisten, koordinator, serta seluruh pegawai di lingkungan Kejati Kepulauan Riau. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Putra Wibowo yang merupakan alumni STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Dr. Diah Yuliastuti, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Kejati Kepri mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperkuat integritas, profesionalitas, dan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, J. Devy Sudarso, beserta jajaran pimpinan sebagai bentuk komitmen membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada capaian kinerja, tetapi juga bertumpu pada penguatan nilai spiritual.


Pada kesempatan tersebut, Fajar Tresna Utama, M.A., menyampaikan tausiah bertema refleksi hijrah sebagai proses transformasi diri yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Tahun Baru Hijriah tidak semestinya dipahami sebatas pergantian kalender, tetapi sebagai ruang evaluasi dan pembaruan kualitas kehidupan.

Menurutnya, semangat hijrah mengandung makna perubahan menuju kondisi yang lebih baik, baik dalam aspek spiritual, etos kerja, maupun kontribusi sosial.

“Momentum Tahun Baru Hijriah merupakan kesempatan untuk bermuhasabah dan mengevaluasi perjalanan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Setiap pergantian tahun hendaknya mendorong peningkatan kualitas ibadah, akhlak, produktivitas, dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai hijrah relevan diterapkan dalam berbagai profesi, termasuk dalam dunia pendidikan dan pelayanan publik. Semangat perubahan, menurutnya, harus diwujudkan melalui integritas, konsistensi dalam bekerja, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang.


Kehadiran Ketua Prodi PBA STAIN SAR Kepri sebagai pengisi tausiah dalam forum kelembagaan tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademisi perguruan tinggi keagamaan dalam membangun ruang dialog antara nilai keilmuan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi PBA STAIN SAR Kepri berharap penguatan literasi keislaman dan nilai-nilai reflektif dapat terus hadir di berbagai ruang publik sebagai bagian dari peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang religius, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar Tahun Baru Hijriah 1448 H membawa keberkahan, keselamatan, serta semangat baru dalam pengabdian dan pembangunan di Kepulauan Riau. (LF/FTU)