السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Upaya membangun budaya bermedia yang sehat dan bertanggung jawab terus diperkuat melalui kegiatan akademik berbasis pengabdian. Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melaksanakan Sosialisasi Literasi Digital dan Cek Fakta di Pondok Pesantren Al-Adzkia pada Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan
ini merupakan implementasi praktik perkuliahan pada Mata Kuliah Cek Fakta
yang diampu oleh Muhammad Zaini, M.Kom.I, dengan melibatkan mahasiswa semester
IV dan VI sebagai penyelenggara sekaligus fasilitator edukasi kepada para
santri.
Kegiatan
diikuti oleh santri kelas IX SMP dan kelas XI SMA/MA Pondok Pesantren
Al-Adzkia. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan pihak pesantren, Ustadz
Arbain, serta tim mahasiswa penyelenggara yang terdiri atas Hafidz Alkayyisa
Dzikrillah, Siti Juariah, Indi Ardiana, Miftaqhul Hidayah, Assyifa Khansa
Syahidah, Muhammad Dzaki Hilmi Syahir, Ahmad Akram, dan Iman Safriandi.
Melalui
sesi pemaparan dan diskusi interaktif, mahasiswa menyampaikan pentingnya
literasi digital sebagai kemampuan dasar dalam menghadapi arus informasi yang
semakin cepat di era teknologi. Santri diajak memahami cara menyaring informasi
yang beredar di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang
menyesatkan.
Materi
yang disampaikan juga membahas pengertian, tujuan, manfaat, dan urgensi cek
fakta sebagai langkah preventif untuk menghindari penyebaran hoaks,
misinformasi, dan disinformasi. Selain itu, peserta diperkenalkan pada berbagai
teknik serta pemanfaatan perangkat digital untuk memverifikasi kebenaran
berita, gambar, maupun informasi sebelum dibagikan kepada orang lain.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Para santri menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan simulasi sederhana terkait identifikasi informasi yang valid di media digital.


Perwakilan
Pondok Pesantren Al-Adzkia, Ustadz Arbain, menyampaikan apresiasi atas
pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi literasi digital menjadi
kebutuhan penting bagi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara
bijak dan bertanggung jawab.
“Kami
mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman
ini. Semoga materi yang diberikan dapat menambah wawasan santri sehingga mereka
semakin cerdas, kritis, dan bijak dalam menggunakan media digital,” ujarnya.
Sementara
itu, dosen pengampu Mata Kuliah Cek Fakta, Muhammad Zaini, M.Kom.I,
menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang
mengintegrasikan teori perkuliahan dengan praktik edukasi di masyarakat.
“Literasi
digital dan kemampuan cek fakta menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki
generasi saat ini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep
secara akademik, tetapi juga belajar mentransformasikan pengetahuan menjadi
gerakan edukatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan para santri mampu menjadi pengguna media digital yang
lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan
informasi. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai
kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat literasi digital di kalangan
generasi muda. (LF/Akram)
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Dosen STAIN Kepri Bawa Kajian Arah Kiblat Masjid Kesultanan Riau-Lingga ke Panggung Internasional
UM-PTKIN 2026 Diumumkan, 127 Generasi Unggul Resmi Menjadi Bagian STAIN Kepri