السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Upaya menjaga keberlanjutan tradisi keagamaan dan khazanah budaya Melayu terus diperkuat oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui penyelenggaraan Pelatihan Al-Barzanji sebagai Suluh Budi Pekerti Pemuda Melayu di Kepulauan Riau yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (12–13/6/2026) di Laboratorium Khazanah Melayu STAIN SAR Kepri.
Kegiatan
ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat identitas
kemelayuan sekaligus membangun ruang regenerasi tradisi Islam Melayu di
kalangan generasi muda. Sebanyak 35 mahasiswa dari perwakilan perguruan tinggi
di Kepulauan Riau mengikuti pelatihan yang menghadirkan pembelajaran historis,
filosofis, hingga praktik pembacaan Al-Barzanji.
Turut
hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal,
M.Ag., Wakil Ketua II STAIN SAR Kepri sekaligus Ketua Pelaksana, Dr. Almahfuz,
M.Si., serta para narasumber yang berasal dari kalangan pelestari budaya dan
praktisi tradisi keagamaan Melayu, yaitu Drs. Sunardi, H. Zaidin Abadi, dan
Ustadzah Sunarti.
Dalam
sambutannya, Ketua Pelaksana sekaligus Wakil Ketua II STAIN SAR Kepri, Dr.
Almahfuz, M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan ini lahir dari keprihatinan
terhadap semakin berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam tradisi
pembacaan Barzanji yang selama ini identik dengan kalangan orang tua.
Menurutnya, keberadaan Laboratorium Khazanah Melayu menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas pelestarian budaya berbasis nilai-nilai Islam dan kemelayuan di lingkungan perguruan tinggi.


“Fenomena
yang kita lihat hari ini, tradisi Barzanji masih banyak dijalankan generasi
terdahulu, sementara keterlibatan generasi muda mulai berkurang. Melalui
pelatihan ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar sekaligus menumbuhkan
regenerasi agar tradisi tersebut tetap hidup dan diwariskan,” ujarnya.
Ketua
STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., yang membuka secara resmi
kegiatan tersebut menegaskan bahwa pelestarian Barzanji tidak boleh berhenti
pada kegiatan seremonial, tetapi harus berkembang menjadi gerakan budaya yang
melembaga di lingkungan perguruan tinggi.
Ia
berharap mahasiswa dapat menjadi pionir dalam menjaga keberlanjutan tradisi
tersebut melalui pembentukan komunitas maupun kolaborasi antarkampus di
Kepulauan Riau.
“Siapa
lagi yang akan menjaga dan membesarkan budaya Melayu jika bukan generasi muda
sendiri. Saya berharap dari pelatihan ini lahir kelompok-kelompok Barzanji di
perguruan tinggi yang nantinya dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi dan
penguatan identitas budaya Melayu,” ungkapnya.
Pada sesi materi, Drs. Sunardi memaparkan sejarah dan perkembangan Kitab Al-Barzanji sebagai salah satu karya sastra keagamaan penting yang ditulis oleh Sayyid Ja’far bin Hasan al-Barzanji pada abad ke-18. Kitab tersebut berisi doa, selawat, serta riwayat perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang dikemas dalam bentuk prosa dan syair.


Ia
menjelaskan bahwa tradisi pembacaan Barzanji telah berkembang luas di Nusantara
dan menjadi bagian dari berbagai ritus sosial-keagamaan seperti Maulid Nabi,
akikah, pernikahan, khataman Al-Qur’an, hingga tradisi masyarakat Melayu. Di
Kepulauan Riau, tradisi ini bahkan telah menjadi bagian dari Warisan Budaya Tak
Benda yang merepresentasikan identitas budaya lokal.
Sementara
itu, H. Zaidin Abadi menyoroti kandungan utama Kitab Al-Barzanji yang memuat
silsilah, perjalanan hidup, serta keteladanan Rasulullah SAW yang dituangkan
melalui struktur pembacaan rawi. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan
lagi pada keberadaan kitab, melainkan pada upaya menjaga minat generasi muda
agar tetap mengenal, memahami, dan menghidupkan tradisi tersebut dalam
kehidupan masyarakat modern.
Kegiatan
berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta
praktik pembacaan Al-Barzanji. Melalui pelatihan ini, STAIN SAR Kepri berharap
lahir generasi muda Melayu yang tidak hanya memahami nilai-nilai budaya dan
keagamaan, tetapi juga mampu menjadi pelaku aktif dalam menjaga keberlanjutan
warisan budaya di tengah arus transformasi zaman. (LF)
Selamat! Empat Mahasiswa PIAUD STAIN SAR Kepri Raih Beasiswa Kepri 2026, Bukti Semangat dan Prestasi
Mahasiswa KPI Semester 6 Gelar Screening Film sebagai UAS Mata Kuliah Teknik Editing
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN