السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya memperkuat kapasitas mahasiswa menghadapi transformasi media dan perkembangan industri penyiaran digital, Laboratorium Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Digitalisasi Penyiaran Islam bagi Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau pada Jumat (5/6/2026) di Ruang Inter STAIN SAR Kepri.
Kegiatan
yang dikemas dalam bentuk Pelatihan Digital Broadcasting tingkat pemula
ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan dunia
penyiaran kontemporer sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi dan
produksi konten berbasis media digital.
Acara
dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri,
Dr. Fadhila Yonata, M.Pd. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peresmian
Podcast STAIN SAR Kepri sebagai media publikasi dan penguatan ekosistem
komunikasi digital kampus. Selain itu, dilakukan penandatanganan Nota
Kesepahaman (MoU) antara STAIN SAR Kepri dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah
(KPID), serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Laboratorium Penyiaran Islam
dengan KPID sebagai langkah strategis memperluas sinergi kelembagaan di bidang
penyiaran dan literasi media.
Kepala Laboratorium Penyiaran Islam STAIN SAR Kepri, Dr. Nova Dwiyanti, M.Kom.I., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen laboratorium dalam menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan kebutuhan dunia kerja saat ini.


Menurutnya, transformasi digital telah mengubah pola produksi dan distribusi informasi sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang tidak hanya kuat secara substansi keilmuan, tetapi juga adaptif dalam memanfaatkan teknologi media.
“Peningkatan kompetensi digitalisasi penyiaran menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan kapasitas mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu memahami ekosistem penyiaran digital sekaligus menghasilkan konten yang edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.
Sebagai
narasumber, kegiatan menghadirkan Ahmad Dani dari Komisi Penyiaran Indonesia
Daerah (KPID) yang menyampaikan materi mengenai dasar-dasar digital
broadcasting dan perkembangan ekosistem penyiaran di era digital.
Dalam
pemaparannya, Ahmad Dani menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah
menghadirkan perubahan besar dalam praktik penyiaran yang kini tidak lagi
terbatas pada media konvensional, tetapi berkembang ke platform digital yang
lebih dinamis dan interaktif.
Ia menekankan pentingnya kemampuan literasi digital, etika komunikasi publik, kreativitas produksi konten, serta pemahaman terhadap regulasi penyiaran bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.

Menurutnya,
mahasiswa sebagai generasi digital memiliki peluang besar untuk menjadi
produsen informasi yang bertanggung jawab sekaligus agen penyebaran konten
positif di ruang publik.
“Penyiaran
saat ini bukan hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana
menghadirkan konten yang berkualitas, beretika, dan memberikan dampak positif
bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan
berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik awal penyiaran
digital, dan pengenalan berbagai peluang pengembangan media berbasis kampus.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa dalam
mengeksplorasi potensi penyiaran digital sebagai ruang dakwah, edukasi, dan
pengembangan kreativitas.
Melalui
kegiatan ini, STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa mampu menjadi generasi
komunikator dan penyiar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki
kecakapan digital, serta mampu menghadirkan narasi yang konstruktif dalam
mendukung pengembangan penyiaran Islam di era transformasi digital. (LF)
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Dosen STAIN Kepri Bawa Kajian Arah Kiblat Masjid Kesultanan Riau-Lingga ke Panggung Internasional
UM-PTKIN 2026 Diumumkan, 127 Generasi Unggul Resmi Menjadi Bagian STAIN Kepri