السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menjawab Tantangan Industri Media, Labor Penyiaran Islam STAIN SAR Kepri Tingkatkan Kompetensi Broadcasting Mahasiswa

  • 05 Juni 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 113
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya memperkuat kapasitas mahasiswa menghadapi transformasi media dan perkembangan industri penyiaran digital, Laboratorium Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Digitalisasi Penyiaran Islam bagi Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau pada Jumat (5/6/2026) di Ruang Inter STAIN SAR Kepri.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Pelatihan Digital Broadcasting tingkat pemula ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan dunia penyiaran kontemporer sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi dan produksi konten berbasis media digital.

Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peresmian Podcast STAIN SAR Kepri sebagai media publikasi dan penguatan ekosistem komunikasi digital kampus. Selain itu, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara STAIN SAR Kepri dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Laboratorium Penyiaran Islam dengan KPID sebagai langkah strategis memperluas sinergi kelembagaan di bidang penyiaran dan literasi media.

Kepala Laboratorium Penyiaran Islam STAIN SAR Kepri, Dr. Nova Dwiyanti, M.Kom.I., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen laboratorium dalam menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan kebutuhan dunia kerja saat ini.


Menurutnya, transformasi digital telah mengubah pola produksi dan distribusi informasi sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang tidak hanya kuat secara substansi keilmuan, tetapi juga adaptif dalam memanfaatkan teknologi media.

“Peningkatan kompetensi digitalisasi penyiaran menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan kapasitas mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu memahami ekosistem penyiaran digital sekaligus menghasilkan konten yang edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.

Sebagai narasumber, kegiatan menghadirkan Ahmad Dani dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang menyampaikan materi mengenai dasar-dasar digital broadcasting dan perkembangan ekosistem penyiaran di era digital.

Dalam pemaparannya, Ahmad Dani menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah menghadirkan perubahan besar dalam praktik penyiaran yang kini tidak lagi terbatas pada media konvensional, tetapi berkembang ke platform digital yang lebih dinamis dan interaktif.

Ia menekankan pentingnya kemampuan literasi digital, etika komunikasi publik, kreativitas produksi konten, serta pemahaman terhadap regulasi penyiaran bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.


Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi digital memiliki peluang besar untuk menjadi produsen informasi yang bertanggung jawab sekaligus agen penyebaran konten positif di ruang publik.

“Penyiaran saat ini bukan hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan konten yang berkualitas, beretika, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik awal penyiaran digital, dan pengenalan berbagai peluang pengembangan media berbasis kampus. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa dalam mengeksplorasi potensi penyiaran digital sebagai ruang dakwah, edukasi, dan pengembangan kreativitas.

Melalui kegiatan ini, STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa mampu menjadi generasi komunikator dan penyiar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kecakapan digital, serta mampu menghadirkan narasi yang konstruktif dalam mendukung pengembangan penyiaran Islam di era transformasi digital. (LF)