السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat pelestarian budaya Melayu mewarnai pelaksanaan Workshop Pantun yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau selama tiga hari, Rabu–Jumat (3–5/6/2026). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diajak memahami nilai filosofis dan struktur pantun, tetapi juga didorong untuk mengembangkan inovasi dalam mempromosikan budaya melalui media digital.
Workshop
ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di
bidang kebudayaan Melayu, sastra pantun, serta pengembangan kreativitas
generasi muda, di antaranya Dr. Nahrim Ajmain, M.A., Zulfan Efendi, M.Pd.I.,
Ramli Muasmara, M.Pd.I., Muhammad Khairil Ramadhan, S.Pd., Mizuardi, S.Pd., dan
Aditya Syahputra, S.H.
Kegiatan
tersebut menjadi wadah edukatif bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman
mengenai pantun sebagai warisan budaya Melayu yang tidak hanya bernilai
estetis, tetapi juga mengandung pesan moral, pendidikan karakter, dan identitas
kultural masyarakat.
Pada hari pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar pantun, mulai dari pengertian, struktur, fungsi, hingga urgensi pelestarian tradisi pantun di tengah perkembangan zaman. Narasumber juga memperkenalkan aplikasi Pantunesia, sebuah inovasi digital yang dirancang sebagai media pembelajaran dan pengembangan kreativitas berpantun. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diajarkan teknik menyusun isi pantun terlebih dahulu sebelum merancang sampiran yang sesuai sehingga menghasilkan pantun yang utuh dan bermakna.


Memasuki
hari kedua, materi difokuskan pada keterampilan berpantun secara spontan.
Peserta dilatih untuk mengembangkan kecepatan berpikir, ketepatan memilih
diksi, serta kemampuan merangkai kata secara kreatif tanpa mengabaikan struktur
dan kaidah pantun. Melalui latihan interaktif, mahasiswa diajak memahami bahwa
pantun spontan bukan hanya membutuhkan penguasaan teori, tetapi juga kelincahan
berpikir dan kemampuan berkomunikasi yang baik.
Sementara
itu, pada hari ketiga, pembahasan diarahkan pada etika dalam menulis dan
menyampaikan pantun. Narasumber menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang
sopan dan santun sebagai ciri utama pantun Melayu. Pantun dipahami sebagai
media yang efektif untuk menyampaikan pesan, nasihat, kritik sosial, maupun
humor secara bijaksana tanpa menyinggung pihak lain.
Pelaksana
Tugas Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN SAR Kepri, Dr. Nahrim
Ajmain, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelestarian pantun membutuhkan
keterlibatan generasi muda yang mampu membawa tradisi tersebut ke ruang-ruang
publik dan media digital.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader-kader pemantun yang tidak hanya memahami nilai budaya, tetapi juga mampu mengomunikasikannya kepada masyarakat secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kita
perlu mencari, membina, dan menyiapkan generasi pemantun yang siap hadir di
tengah masyarakat sebagai agen pelestari budaya. Mahasiswa PAI diharapkan tidak
hanya mampu berpantun, tetapi juga menjadi konten kreator pantun yang aktif
memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan dan mengembangkan budaya Melayu
kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia
menambahkan bahwa pemanfaatan berbagai platform digital dapat menjadi sarana
efektif untuk meningkatkan eksistensi pantun di kalangan generasi muda. Selain
sebagai media pelestarian budaya, pantun juga memiliki potensi ekonomi yang
dapat dikembangkan menjadi karya kreatif yang produktif dan bernilai manfaat.
Melalui
penyelenggaraan workshop ini, HMPS PAI STAIN SAR Kepri menunjukkan komitmennya
dalam mendukung pelestarian khazanah budaya Melayu sekaligus membangun
kreativitas mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan
ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mencintai budaya
lokal, tetapi juga mampu menjadi duta budaya yang aktif mempromosikan pantun
sebagai identitas bangsa di era digital. (LF/Khairul)
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Dosen STAIN Kepri Bawa Kajian Arah Kiblat Masjid Kesultanan Riau-Lingga ke Panggung Internasional
UM-PTKIN 2026 Diumumkan, 127 Generasi Unggul Resmi Menjadi Bagian STAIN Kepri