السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Webinar Internasional Prodi MPI STAIN SAR Kepri Bahas Pendidikan Holistik untuk Mencetak Future-Ready Learners

  • 01 Juni 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 208
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Webinar Internasional bertema “Educational Management: A Holistic Learning Approach to Education; Future-Ready Learners; Innovation in Education” yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Senin (1/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi MPI serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan STAIN SAR Kepri sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan akademik dan memperkaya perspektif global di bidang pendidikan dan manajemen pembelajaran.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Asst. Prof. Dr. Zaida Mustafa, selaku Program Manager Education, Faculty of Social Sciences, UCSI University Malaysia, yang membagikan perspektif global mengenai transformasi pendidikan dan strategi membangun peserta didik yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Webinar tersebut menjadi ruang akademik bagi mahasiswa, dosen, dan peserta umum untuk mendiskusikan pengembangan manajemen pendidikan yang adaptif melalui pendekatan pembelajaran holistik, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21.


Dalam pemaparannya yang bertajuk “Building the Future-Ready Learner: Holistic Approaches & Innovation in Primary Education”, Asst. Prof. Dr. Zaida Mustafa menjelaskan bahwa pendidikan masa depan tidak lagi hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi pada penguatan kapasitas peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, sosial, dan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.

Ia menekankan pentingnya kerangka pengembangan kompetensi guru (A Framework for Teacher Training) yang mampu menghasilkan pembelajar masa depan (future-ready learners) melalui integrasi keterampilan digital, kemampuan berpikir kritis, adaptabilitas, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam sesi materi, narasumber menguraikan empat kompetensi utama yang perlu dibangun dalam proses pendidikan modern. Pertama, digital fluency, yaitu kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, termasuk penggunaan prompt engineering dan visualisasi data dalam pembelajaran. Kedua, critical thinking, yakni kemampuan memilah informasi dan menemukan persoalan utama secara objektif di tengah derasnya arus informasi digital.

Kompetensi berikutnya adalah adaptability, yaitu kemampuan belajar mandiri dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi baru secara cepat. Selain itu, aspek human-centric juga menjadi perhatian penting, yang menekankan keterampilan kolaboratif, komunikasi lintas disiplin, serta penguatan kapasitas kepemimpinan yang tidak dapat tergantikan oleh otomatisasi teknologi.


Sebagai strategi implementatif di kelas, narasumber memperkenalkan lima pendekatan berdampak tinggi untuk membangun pola pikir pembelajar masa depan (future-ready mindset), yaitu penguatan keterampilan kognitif melalui process mapping, membangun resiliensi melalui pendekatan gamifying failure, mendorong otonomi belajar melalui genius hour, meningkatkan adaptabilitas melalui tech critique, serta mengembangkan kemampuan berpikir sistemik melalui problem-based learning.

Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAIN SAR Kepri, Megawati, M.M., menegaskan bahwa penyelenggaraan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen Prodi MPI dalam menghadirkan ruang belajar yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global.

Menurutnya, penguatan wawasan internasional menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa pendidikan agar mampu memahami dinamika pengelolaan pendidikan di era transformasi digital.


“Webinar internasional ini merupakan upaya Prodi MPI untuk memperluas perspektif akademik mahasiswa serta memperkuat kapasitas calon pendidik dan pengelola pendidikan agar mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga perlu membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan adaptif peserta didik,” tegas Megawati.

Melalui kegiatan tersebut, Prodi MPI STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa memperoleh wawasan global mengenai tren pendidikan masa depan sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, inklusif, dan berbasis inovasi.

Webinar internasional ini juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan STAIN SAR Kepri dalam memperkuat internasionalisasi akademik serta mendorong lahirnya ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan responsif terhadap perubahan zaman. (LF/MGW)