السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HMPS HKI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menggelar Seminar Keislaman bertema literasi budaya dan pantun Islami pada Jumat (22/5/2026) di Laboratorium Ilmu Falak STAIN SAR Kepri. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukatif dalam memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran pantun sebagai media dakwah, pelestarian budaya, serta sarana penyampaian nilai-nilai moral dan keislaman di tengah masyarakat.
Seminar
dihadiri oleh pemateri, jajaran panitia pelaksana, pengurus internal HMPS HKI,
serta delegasi resmi dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di
lingkungan STAIN SAR Kepri. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Senat Mahasiswa
(SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), dan Ketua Umum HMPS HKI yang
memberikan sambutan sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan seminar.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara,
menyanyikan lagu wajib nasional, serta penyampaian sambutan dari panitia dan
organisasi kemahasiswaan. Dalam sambutannya, Ketua Umum HMPS HKI menyampaikan
bahwa seminar tersebut bertujuan mengintegrasikan nilai hukum Islam dengan
kearifan lokal Melayu melalui budaya pantun yang selama ini menjadi bagian
penting dalam tradisi dakwah Nusantara.
Menurutnya,
pantun bukan sekadar seni berbahasa, tetapi juga sarana penyampaian pesan
moral, etika, dan ajaran Islam yang santun serta mudah diterima masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar mahasiswa dalam menjaga warisan budaya Islami sekaligus menghadirkan metode dakwah yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan generasi muda,” ujarnya.
.jpeg)
Sementara
itu, perwakilan DEMA STAIN SAR Kepri mengapresiasi tema seminar yang dinilai
unik dan inovatif karena mengangkat seni budaya sebagai media syiar Islam. Ia
berharap mahasiswa mampu memanfaatkan kreativitas budaya lokal sebagai sarana
edukasi dan penguatan identitas keislaman.
Pada
sesi utama seminar, narasumber memaparkan materi mengenai sejarah, struktur,
serta fungsi pantun dalam penyebaran nilai-nilai Islam di masyarakat Melayu.
Selain itu, peserta juga diajak mengikuti praktik pembuatan pantun Islami dan
diskusi interaktif terkait pengembangan media dakwah berbasis budaya lokal.
Ketua
SEMA STAIN SAR Kepri dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi
menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya bangsa yang bernapaskan Islam.
Ia berharap seluruh delegasi mampu menyerap ilmu dan pengalaman dari seminar
tersebut untuk kemudian dikembangkan dalam aktivitas akademik maupun organisasi
mahasiswa.
Melalui
seminar tersebut, HMPS HKI STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa semakin sadar
akan pentingnya melestarikan tradisi lisan sebagai bagian dari khazanah budaya
Islam Nusantara. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya
inovasi dakwah kreatif yang memadukan nilai keislaman dengan seni budaya lokal
secara edukatif dan aplikatif. (LF/Rahimun)
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Dosen STAIN Kepri Bawa Kajian Arah Kiblat Masjid Kesultanan Riau-Lingga ke Panggung Internasional
UM-PTKIN 2026 Diumumkan, 127 Generasi Unggul Resmi Menjadi Bagian STAIN Kepri