السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa IAT STAIN SAR Kepri Implementasikan Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz melalui Kajian Sisterfillah dan Brotherfillah

  • 24 Mei 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 151
Kegiatan Mahasiswa

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali menunjukkan implementasi pembelajaran berbasis praktik lapangan melalui kegiatan Projek Kegiatan Lapangan Manajemen Rumah Tahfidz bersama Gang Qur’an dalam kajian bulanan Sisterfillah dan Brotherfillah yang dilaksanakan pada Ahad (24/5/2026) di Qof Qur’an Center.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz yang diampu oleh Islamiyah, M.Ag., sebagai upaya menghadirkan pembelajaran aplikatif yang tidak hanya berorientasi pada penguatan teori, tetapi juga pengembangan kemampuan mahasiswa dalam mengelola kegiatan dakwah dan pembinaan keislaman di tengah masyarakat.

Kajian bulanan tersebut menghadirkan Ustadz Muhammad Syarif, Lc. sebagai narasumber utama dengan pembahasan mengenai keistimewaan bulan Dzulhijjah serta berbagai amalan utama yang dianjurkan dalam Islam, seperti puasa, ibadah haji, dan kurban. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif bersama jamaah yang hadir.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya Adinda Viviana, Nadya Checilia Harahap, Tasya Kurnia, Valin Ibrahim, Andryan Kurnia, dan Muhammad Azami. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi akademik sekaligus praktik manajerial dakwah berbasis masyarakat.


Dalam penyampaiannya, narasumber menekankan bahwa bulan Dzulhijjah merupakan momentum spiritual yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, pemahaman mengenai makna ibadah kurban, puasa sunnah, dan nilai pengorbanan juga menjadi bagian penting yang disampaikan kepada peserta kajian.

Perwakilan peserta menyampaikan bahwa kegiatan Sisterfillah dan Brotherfillah memberikan manfaat besar sebagai ruang pembelajaran, refleksi diri, dan penguatan spiritualitas. Menurutnya, kegiatan rutin tersebut mampu memotivasi generasi muda untuk terus mencari, memahami, dan menjaga ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus muhasabah diri. Kami merasa termotivasi untuk terus semangat mempelajari ilmu Allah dan mengamalkannya dalam kehidupan,” ungkap salah satu peserta kegiatan.


Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz, Islamiyah, M.Ag., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan seperti ini penting untuk membangun pengalaman praktis dalam pengelolaan kegiatan dakwah, pembinaan umat, serta penguatan kompetensi sosial keagamaan mahasiswa IAT.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori keislaman secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat melalui kegiatan edukatif dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Prodi IAT STAIN SAR Kepri diharapkan semakin mampu mengintegrasikan kompetensi akademik dengan praktik dakwah dan pengabdian masyarakat, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai keislaman di era modern. (LF/Nadya)