السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali menunjukkan implementasi pembelajaran berbasis praktik lapangan melalui kegiatan Projek Kegiatan Lapangan Manajemen Rumah Tahfidz bersama Gang Qur’an dalam kajian bulanan Sisterfillah dan Brotherfillah yang dilaksanakan pada Ahad (24/5/2026) di Qof Qur’an Center.
Kegiatan
tersebut merupakan bagian dari program Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz yang
diampu oleh Islamiyah, M.Ag., sebagai upaya menghadirkan pembelajaran aplikatif
yang tidak hanya berorientasi pada penguatan teori, tetapi juga pengembangan
kemampuan mahasiswa dalam mengelola kegiatan dakwah dan pembinaan keislaman di
tengah masyarakat.
Kajian
bulanan tersebut menghadirkan Ustadz Muhammad Syarif, Lc. sebagai narasumber
utama dengan pembahasan mengenai keistimewaan bulan Dzulhijjah serta berbagai
amalan utama yang dianjurkan dalam Islam, seperti puasa, ibadah haji, dan
kurban. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif
bersama jamaah yang hadir.
Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya Adinda Viviana, Nadya Checilia Harahap, Tasya Kurnia, Valin Ibrahim, Andryan Kurnia, dan Muhammad Azami. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi akademik sekaligus praktik manajerial dakwah berbasis masyarakat.

Dalam
penyampaiannya, narasumber menekankan bahwa bulan Dzulhijjah merupakan momentum
spiritual yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam untuk meningkatkan
kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, pemahaman mengenai
makna ibadah kurban, puasa sunnah, dan nilai pengorbanan juga menjadi bagian
penting yang disampaikan kepada peserta kajian.
Perwakilan
peserta menyampaikan bahwa kegiatan Sisterfillah dan Brotherfillah
memberikan manfaat besar sebagai ruang pembelajaran, refleksi diri, dan
penguatan spiritualitas. Menurutnya, kegiatan rutin tersebut mampu memotivasi
generasi muda untuk terus mencari, memahami, dan menjaga ilmu agama dalam
kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus muhasabah diri. Kami merasa termotivasi untuk terus semangat mempelajari ilmu Allah dan mengamalkannya dalam kehidupan,” ungkap salah satu peserta kegiatan.

Sementara
itu, dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Rumah Tahfidz, Islamiyah, M.Ag.,
menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan seperti ini
penting untuk membangun pengalaman praktis dalam pengelolaan kegiatan dakwah,
pembinaan umat, serta penguatan kompetensi sosial keagamaan mahasiswa IAT.
Menurutnya,
mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori keislaman secara akademik, tetapi
juga mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat melalui kegiatan
edukatif dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.
Melalui
kegiatan tersebut, mahasiswa Prodi IAT STAIN SAR Kepri diharapkan semakin mampu
mengintegrasikan kompetensi akademik dengan praktik dakwah dan pengabdian
masyarakat, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai
keislaman di era modern. (LF/Nadya)
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan 30 Juni, Ayo Cek Hasil Kelulusan dan Segera Daftar Ulang
Dosen STAIN Kepri Bawa Kajian Arah Kiblat Masjid Kesultanan Riau-Lingga ke Panggung Internasional
UM-PTKIN 2026 Diumumkan, 127 Generasi Unggul Resmi Menjadi Bagian STAIN Kepri